Logo Header Antaranews Jogja

Menguat, harga minyak

Rabu, 14 Juni 2023 05:57 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pengeboran minyak (REUTERS)

New York (ANTARA) - Harga minyak mentah melakukan rebound yang kuat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menetap naik lebih dari tiga persen dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, ditopang harapan meningkatnya permintaan bahan bakar setelah bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terangkat 2,30 dolar AS atau 3,43 persen, menjadi menetap di 69,42 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus melonjak 2,45 dolar AS atau 3,41 persen, menjadi ditutup padai 74,29 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

"Harga minyak melakukan comeback hari ini, mungkin didukung oleh data inflasi yang lebih lemah yang dapat membuka pintu bagi akhir siklus pengetatan Fed dan memungkinkan soft landing yang selalu diharapkan," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Indeks harga konsumen (IHK) AS membukukan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 4,0 persen pada Mei, level terendah sejak Maret 2021, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/6/2023).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak "rebound" ditopang optimisme atas prospek permintaan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026