Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 150 warga Rusia menikmati kolaborasi seni budaya Jawa berupa tabuhan rebana, gamelan, rebab, dan tari dalam pergelaran bertajuk “Maya lyubov --palyashiy poldyen yavi” (Cintaku --Siang Terik di Jawa) di Moskow, Sabtu (17/6).
Siaran pers KBRI Moskow diterima di Bandarlampung, Rabu, menyebutkan tabuhan rebana dibawakan grup marawis El Santri beranggota delapan mahasiswa alumnus pesantren yang saat ini studi di Rusia.
Grup tersebut menyajikan sejumlah lagu, seperti Sluku-Sluku Bathok, Ilir-Ilir, Dicokot Boyo, Joko Tingkir, sedangkan lagu Gundul-Gundul Pacul dibawakan John Silver, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi hubungan internasional.
Pementasan kesenian tersebut, berlangsung selama dua jam di Aula Rakhmaninov, Tchaikovsky Conservatory, Moskow, Sabtu (17/6).
“Pertunjukan marawis cukup dinikmati penonton Rusia berkat iramanya yang ceria dan alat musiknya yang unik,” ujar Amy Maulana, pimpinan El-Santri.
Setelah pementasan tabuhan rebana, dilanjutkan suguhan gamelan oleh Sanggar Dadali binaan KBRI Moksow pimpinan Tri Koyo yang beranggotakan 10 penabuh yang juga warga Rusia.
Beberapa orkestrasi tradisional Jawa yang ditampilkan mereka, yakni Macapat, Mijil Melati Rinonce, Roning Tawang, Wilujeng, Karonsih, Ladrang Wesminster, dan Emplek-Emplek.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Seni budaya Jawa tampil di Tchaikovsky Conservatory Moskow
