Logo Header Antaranews Jogja

Nasib biji-bijian Laut Hitam dibahas PBB-Turki

Rabu, 19 Juli 2023 07:20 WIB
Image Print
Arsip - Penampakan biji gandum di ladang di wilayah Rostov, Rusia, Kamis (7/7/2022). Menteri Pertanian Rusia Dmitry Patrushev menyampaikan panen gandum di negaranya diyakini bisa mencapai 130 juta ton tahun ini, dan jumlah tersebut cukup untuk menutupi kebutuhan domestik serta memastikan potensi ekspor. ANTARA FOTO/REUTERS/Sergey Pivovarov/rwa.

Ankara (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin berbincang melalui sambungan telepon untuk membahas perkembangan terbaru mengenai kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.

Panggilan telepon itu dilakukan setelah Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina pada Juli tahun lalu itu.

Kesepakatan tersebut merupakan perjanjian untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina, yang sempat dihentikan setelah perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.

Namun, sumber-sumber diplomatik Turki tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang perbincangan yang dilakukan oleh Fidan dan Guterres.

Sebelumnya, Rusia pada Senin (17/7) mengumumkan penangguhan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam. Kremlin --sebutan pemerintah Rusia-- mengatakan bahwa ada beberapa bagian dari kesepakatan tentang kepentingan Rusia yang hingga kini belum terpenuhi.

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Turki, PBB bahas nasib kesepakatan biji-bijian Laut Hitam



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026