Logo Header Antaranews Jogja

Turun, harga emas

Jumat, 1 September 2023 07:30 WIB
Image Print
Ilustrasi - Emas batangan pada Uang Kertas 100 Dolar AS. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Chicago (ANTARA) - Turun, harga emas berjangka pada akhir perdagangan Jumat pagi WIB, menghentikan kenaikan selama tiga sesi berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 7,10 dolar AS atau 0,36 persen menjadi ditutup pada 1.965,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.974,90 dolar AS dan terendah di 1.965,50 dolar AS.

Emas berjangka bertambah 7,90 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.973,00 dolar AS pada Rabu (30/8/2023), setelah melonjak 18,30 dolar AS atau 0,94 persen menjadi 1.965,10 dolar AS pada Selasa (29/8/2023), dan terangkat 6,90 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.946,80 dolar AS pada Senin (28/8/2023).

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (31/8/2023) bahwa Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Juli naik 0,2 persen bulan ke bulan dan 3,3 persen tahun ke tahun, naik dari level terendah dalam dua tahun sebesar 3,0 persen pada bulan sebelumnya.

Data inflasi yang tidak stabil mendorong kenaikan indeks dolar AS, dan memicu ekspektasi baru pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Dengan latar belakang tersebut, dolar AS menguat, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,4 persen pada 103,594 dalam transaksi Kamis (31/8/2023), yang menekan harga emas dalam mata uang dolar.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas tergelincir karena inflasi AS tetap bertengger di atas 3,0 persen



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026