
Indonesia bentuk lembaga pendidikan pelayaran se-Asia Tenggara

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) berinisiatif membentuk asosiasi lembaga pendidikan pelayaran dan maritim se-Asia Tenggara.
Inisiatif itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para lulusan STIP yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.
Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Selasa, mengatakan kolaborasi antarlembaga pendidikan pelayaran se-Asia Tenggara merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus berupaya memajukan pendidikan dan pelatihan (diklat) di bidang pelayaran dan maritim.
"STIP Jakarta dan lembaga pendidikan kelautan lainnya di Asia Tenggara mempunyai peran krusial untuk memimpin pengembangan kurikulum pendidikan dan pelayaran yang selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, hukum, ekonomi serta manajemen di bidang maritim dan pelayaran," kata Menhub saat membuka Conference in Maritime Education and Training in Southeast Asia (Cometsea) 2023 di Jakarta.
Menhub pun meminta asosiasi lembaga pendidikan dapat menggandeng para pelaku industri pelayaran dan maritim di Asia Tenggara. Upaya tersebut diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis yang didapat dari pendidikan dengan keterampilan praktis di dunia industri.
"Kami ingin memastikan diklat yang ditempuh para taruna, selaras dengan kebutuhan industri dan siap untuk mengatasi tantangan industri pelayaran yang dinamis," ucap Menhub.
Menhub mengharapkan kolaborasi itu juga dapat berkontribusi mewujudkan ekosistem maritim yang berkelanjutan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhub bentuk asosiasi lembaga pendidikan pelayaran se-Asia Tenggara
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
