
Liga 1 2024/2025: Perubahan nyata atau sekadar janji?

Peningkatan kualitas
Dengan diterapkannya berbagai perubahan itu, secara sepintas dapat terlihat bahwa terdapat peningkatan kualitas tata kelola kompetisi Liga 1. Belum sempurna, tetapi sudah menuju ke arah yang lebih baik.
Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, menilai terdapat tiga indikator perbaikan tata kelola Liga 1.
“Pertama, penjadwalan yang lebih teratur. Semua tim memainkan jumlah pertandingan yang relatif sama dari pekan ke pekan. Tak ada perbedaan jumlah pertandingan yang signifikan sehingga asas fairness cukup tercermin di sini.”
“Kedua, bentrok dengan agenda timnas juga tidak terjadi seperti musim-musim sebelumnya. Sehingga setiap tim hampir selalu bisa memainkan seluruh pemain terbaik untuk setiap pertandingan.”
“Ketiga, hasil-hasil pertandingan semakin bisa diterima oleh publik, terutama suporter. Ini berkat kehadiran teknologi VAR yang cukup signifikan mengurangi kesalahan faktor manusia dari perangkat pertandingan,” kata Kusnaeni saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Jumat.
Baca juga: Pelatih Persis Solo isyaratkan rotasi pemain jelang lawan Barito Putera
Dari ketiga indikator itu, mungkin yang paling dapat dilihat korelasinya bagi para publik sepak bola nasional adalah sinkronisasi jadwal liga dengan jadwal pertandingan tim nasional.
Pada tahun-tahun sebelumnya, sering terjadi pihak klub Liga 1 sedikit bersitegang dengan PSSI karena pemain-pemain terbaik mereka dipanggil masuk timnas saat jasa mereka juga sangat dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi. Contoh paling mudah diingat mungkin adalah mantan pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, yang kerap merasa timnya dirugikan akibat para pemain Macan Kemayoran dipanggil membela timnas Indonesia.
Sejauh ini, jadwal pertandingan Liga 1 tidak bentrok dengan agenda-agenda timnas baik senior maupun kelompok umur di FIFA Match Day, seperti kualifikasi Piala Dunia 2026, Piala Asia U-20, maupun Piala Asia U-17.
Penerapan penggunaan VAR juga berdampak positif terhadap penerimaan hasil-hasil pertandingan, terutama di pihak yang kalah, baik tim maupun para penggemarnya. Koordinasi wasit di lapangan dengan wasit VAR juga semakin hari semakin baik, yang terlihat dengan semakin cepatnya keputusan-keputusan penting diambil jika melibatkan VAR.
Baca juga: Stefano: Saatnya Bali United bangkit lawan Persib Bandung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
