Makassar (ANTARA) - Sepanjang tahun 2024, sebanyak 12.416 perempuan di Indonesia tercatat menjadi korban kekerasan, baik secara fisik maupun seksual. Data tersebut diungkap langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu (18/5).
"Data ini sesungguhnya belum menunjukkan angka sebenarnya karena masih menjadi fenomena gunung es, sebab masih banyak yang belum berani melaporkan," kata Arifah di hadapan para mahasiswa dan akademisi.
Temuan tersebut bersumber dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) yang dikelola Kementerian PPPA. Arifah menegaskan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan menunjukkan kerentanan tinggi, baik di ranah domestik maupun di ruang publik.
Ia membeberkan bahwa perempuan Indonesia usia 15 hingga 64 tahun merupakan kelompok yang paling banyak menjadi korban. Bahkan, satu dari empat perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan.
"Yang lebih parah lagi, korban anak-anak dimana satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Saat ini kita dalam kondisi darurat kekerasan," katanya menegaskan kondisi kritis yang tengah dihadapi.
Baca juga: Kota Yogyakarta puncaki IPM gender, Gunungkidul masih tertinggal
Dalam upaya merespons darurat tersebut, Kementerian PPPA kini mengedepankan strategi pendekatan pentahelix melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Program ini menyasar desa sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak, dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat secara sinergis.
Tidak hanya RBI, Arifah juga mengungkap dua program unggulan lainnya, yaitu:
Perluasan Call Center SAPA 129, layanan pengaduan bagi korban kekerasan yang kini menjangkau lebih luas.
Kedua, penguatan sistem satu data gender dan anak berbasis desa, untuk mendukung pembuatan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Baca juga: Bebizie perjuangkan hak perempuan lewat parlemen dan dunia bisnis
Baca juga: Program tiga juta rumah harus jadi hunian aman bagi perempuan dan anak
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPPA: 12.416 korban kekerasan perempuan sepanjang 2024
