Namun, langkah Jepang menurunkan sebagian besar pemain lapis keduanya menjadi bumerang ketika pekan lalu kalah 0-1 dari Australia, tim yang memasang formasi tiga bek tengah seperti diadopsi Indonesia.
Socceroos sukses menangkis serbuan Jepang, dan sebaliknya memanfaatkan peluang gol sekecil mungkin sampai pemain veteran Aziz Behich menciptakan gol pada menit ke-90.
Indonesia bisa meniru Australia, walau kondisinya berbeda, karena kali ini Jepang tampil di negeri sendiri.
Misi yang berat memang, apalagi dalam 17 pertemuan sebelumnya dengan Samurai Biru, Garuda tak pernah bisa memetik poin di Jepang.
Namun Indonesia boleh berbangga karena dari 17 pertemuan terdahulu itu, karena pernah lima kali mengalahkan Jepang, yang terakhir terjadi pada 1981 ketika Garuda menang 2-0 di Jakarta dalam laga persahabatan.
Catatan belakangan ini, termasuk kalah 0-4 dalam pertemuan pertama pada putaran ketiga Kualifikasi Piala 2026, membuat pasukan Patrick Kluivert terlihat lebih inferior ketimbang tim Moriyasu.
Meski begitu, kemenangan kadang menolak statistik sebelumnya. Ada faktor lain yang bisa mematahkan tren buruk di masa lalu.
Baca juga: Garuda jangan lupakan cakarmu, jelang kontra Jepang
