Menakar makna historis duel Indonesia vs Jepang

id Kualifikasi Piala Dunia 2026,Timnas Indonesia, Indonesia vs Jepang,Piala Dunia 2026

Menakar makna historis duel Indonesia vs Jepang

Pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai Ole Lennard Romenij (kanan) mencetak gol ke gawang Timnas China pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/tom/aa.

Pesan buruk untuk lawan

Jika masih ada tekanan di antara kedua tim, maka Samurai Biru yang lebih tertekan ketimbang Garuda.

Walau menurunkan tim kedua, kemenangan pasti menjadi target mutlak Jepang. Apalagi, pemain-pemain lapis kedua mereka ingin membuktikan diri sama baiknya dengan pemain-pemain inti.

Di satu sisi, keadaan ini akan baik sekali bagi skuad Jepang, tapi di sisi lain bisa menjadi bumerang. Kalah 0-1 dari Australia adalah karena tekanan untuk menang semacam itu.

Jika Indonesia bisa mengapitalisasi tekanan yang lebih besar di pundak Jepang, bukan mustahil Garuda menjadi tim kedua setelah Australia yang mengalahkan Jepang, atau tim ketiga setelah Australia dan Arab Saudi yang menahan seri Samurai Biru selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Saudi sendiri tak pernah bisa mengalahkan Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026, bahkan menyerah 0-2 pada 19 November 2024.

Ini seharusnya memberi keyakinan pada Garuda bahwa mereka bisa melakukan apa yang sudah dilakukan Saudi di kandang Jepang pada 25 Maret ketika mereka mengimbangi Jepang dengan 0-0.

Mungkin ini ekspektasi kelewat tinggi, tapi tidak ada yang tidak masuk akal untuk mendapatkan hasil positif di Jepang nanti.

Jika skenario positif itu bisa diwujudkan oleh Garuda, maka ini menjadi pesan yang menggetarkan hati calon-calon lawan Indonesia pada babak keempat, Oktober kelak.

Baca juga: Kevin Diks tiba di Jakarta dan siap perkuat Timnas hadapi China dan Jepang

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.