Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengeklaim bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata secara menyeluruh untuk mengakhiri "perang 12 hari" antara kedua negara itu.
"SELAMAT UNTUK SEMUANYA! Telah disepakati secara penuh oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan dilakukan GENCATAN SENJATA Penuh (kira-kira dalam 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah meredakan dan menyelesaikan misi akhir yang masih berjalan!), untuk 12 jam, di mana Perang akan dianggap BERAKHIR!" tulis Trump di Truth Social.
Ia menyatakan bahwa Iran akan terlebih dahulu mematuhi gencatan senjata, Israel akan menyusul 12 jam kemudian, dan dalam 24 jam, "berakhirnya secara resmi perang 12 hari akan disambut dunia".
"Dalam GENCATAN SENJATA, pihak yang lain akan tetap BERDAMAI dan MENGHORMATI," kata Presiden AS.
"Ini adalah perang yang bisa terjadi bertahun-tahun, dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tapi nyatanya tak terjadi, dan tak akan terjadi!" kata Trump.
"Tuhan berkati Israel, Tuhan Berkati Iran, Tuhan berkati Timur Tengah, Tuhan berkati Amerika Serikat, dan TUHAN BERKATI DUNIA!" ucap dia, menambahkan.
Pada 13 Juni, Israel meluncurkan serangan rudal berskala besar terhadap Iran usai menuduh Teheran melakukan sebuah program nuklir militer rahasia. Teheran pun membalas dengan meluncurkan Operasi "True Promise III" pada hari yang sama dengan mengincar sejumlah titik di Israel.
Eskalasi berlanjut pada 22 Juni setelah Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yaitu di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Setelah serangan itu, Trump berkata bahwa Teheran "harus setuju untuk mengakhiri perang" kalau tak mau menghadapi konsekuensi yang lebih serius.
Iran pun membalas dengan meluncurkan rudal ke Pangkalan Militer AS Al Udeid, Qatar, Senin, dan Iran terus membantah program nuklirnya memiliki tujuan militer.
Sebelumnya, menurut laporan CNN pada 17 Juni merujuk pada sumber terkait, pihak intelijen AS mencapai kesimpulan yang sama bahwa Iran tidak secara aktif melakukan pengembangan senjata nuklir.
Meski ada klaim gencatan senjata, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan hingga saat ini belum ada kesepakatan gencatan senjata atau penghentian operasi militer antara Iran dan Israel.
Namun, ia menegaskan bahwa jika Israel menghentikan serbuan terhadap Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08.30 WIB), maka Iran tidak akan melanjutkan serangan balasannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X miliknya pada pukul 00.46 GMT (07:46 WIB).
“Sampai saat ini, TIDAK ADA 'kesepakatan' mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer. Namun, jika rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08:30 WIB), kami tidak berniat melanjutkan serangan balasan setelah itu,” tulis Araghchi.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer Iran akan ditentukan kemudian.
Sumber: Sputnik-OANA
