Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada HUT Kemerdekaan ke-80 RI yang diantaranya menegaskan agar daerah senantiasa menjalankan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
"Jadi, pesan itu sangat jelas, sangat tegas. Kita semuanya mendengar dan mudah-mudahan pemerintah daerah, kelurahan kelurahan kita semakin berintegritas," kata Bupati Halim usai mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bantul, Jumat.
Menurut dia, Presiden juga memberikan peringatan kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, terutama korupsi. Dan pemerintahan yang bersih dan efektif yang telah dijalankan Bantul tersebut sudah sesuai dengan warning Presiden RI.
"Harapannya daerah semakin efisien, sehingga sumber daya kita lebih banyak dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
Bupati Halim mengatakan, apalagi Presiden telah menekankan perihal efisiensi anggaran yang di dalamnya terdapat pengurangan perjalanan dinas maupun belanja birokrasi berat, untuk dialihkan pada belanja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Dan ini semakin menguatkan kita semuanya bahwa rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bantul juga arahnya sudah ke sana," katanya.
Dengan demikian, kata dia, terdapat legitimasi dari Kepala Negara, bahwa mudah mudahan apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul sudah 'on the track'.
Sementara itu, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo berharap melalui peringatan Kemerdekaan RI di tengah dinamika saat ini, dapat mencerminkan karakter Indonesia yang selalu menjunjung tinggi kerukunan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, dan meningkatkan kesatuan persatuan.
"Pada 17 Agustus 2025, kita akan merayakan hari ulang tahun ke-80 RI. Sepatutnya, kita bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberi kepada kita semua. Karena, berkat perjuangan para pahlawan, Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan," katanya.
