Bantul (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang terdiri golongan siaga, penggalang, penegak, dan pandega, harus menjadi garda terdepan dalam ketahanan sosial.
"Pramuka dituntut untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi. Karena itu pramuka harus menjadi garda terdepan dalam ketahanan sosial," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X pada apel besar Hari Pramuka di Lapangan Trirenggo Kabupaten Bantul, DIY, Kamis.
Menurut dia, langkah tersebut bisa dilakukan dengan menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.Ssementara dalam ketahanan ekonomi dengan menumbuhkan kemandirian dan semangat kewirausahaan.
"Sedangkan dalam ketahanan lingkungan dengan memelopori aksi-aksi hijau dan pelestarian alam, serta dalam ketahanan digital dengan menjadi generasi yang cakap teknologi sekaligus beretika dalam dunia maya," kata Sri Sultan.
Baca juga: Prabowo: Gerakan Pramuka tetap menjadi wadah pembentuk karakter bangsa
Ia mengatakan salah satu kekuatan utama pramuka adalah regenerasi, karena sejak awal berdirinya pramuka selalu menjadi wadah kaderisasi. Dari siaga, penggalang, penegak, hingga pandega, seluruhnya adalah jalur pendidikan karakter yang berkesinambungan.
Oleh karena itu, lanjutnya, regenerasi harus terus dijaga dan bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi juga kesinambungan nilai, pengetahuan, dan keterampilan.
"Kakak-kakak pembina dan pengurus kwartir pun memiliki tanggung jawab besar memastikan bahwa nilai-nilai luhur Pramuka tidak berhenti pada satu generasi saja, melainkan diwariskan secara berkelanjutan," katanya.
Menurut dia, dengan regenerasi yang sehat maka bisa dipastikan pramuka tidak menjadi bagian dari masa lalu, tetapi aktor penting dalam membangun masa depan bangsa.
Sri Sultan menyebut generasi muda pramuka merupakan pewaris sekaligus penentu arah bangsa ini.
Baca juga: Mendikdasmen tegaskan siswa wajib mengikuti ekstrakurikuler kepanduan
"Jadilah generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu memimpin perubahan itu sendiri. Jadilah generasi yang membuktikan bahwa Dasa Dharma bukan sekadar janji, melainkan laku hidup sehari-hari," katanya.
Ia menyebut peringatan Hari Pramuka merupakan momentum peneguhan kembali semangat kolaborasi untuk membangun ketahanan bangsa dan semangat regenerasi agar pramuka terus hadir di tengah masyarakat.
"Mari kita jaga pramuka sebagai sekolah kehidupan. Mari kita wariskan nilai-nilai luhur ini kepada generasi penerus agar bangsa Indonesia tetap berdiri tegak, tangguh, dan berdaulat di tengah perubahan zaman," kata Sri Sultan.
Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi pelaksanaan apel besar Hari Pramuka ke-64 di Bantul yang berlangsung lancar dan meriah, serta dihadiri Gubernur DIY dan seluruh pembina Kwarda DIY dengan atraksi yang sangat menarik.
"Apel besar Hari Pramuka ke-64 di Bantul ini bukan hanya sekadar peringatan, melainkan juga menyiratkan pesan kuat bahwa pramuka selalu ada, selalu relevan, dan siap menjadi pelopor perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," katanya.
Baca juga: Sleman menggelar Apel Besar "Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI"
Baca juga: Pramuka kerek antusias generasi muda Indonesia melakui aplikasi "Ayo Pramuka"
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sri Sultan: Pramuka harus jadi garda terdepan dalam ketahanan sosial
