Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat talenta sastra agar tetap relevan lintas generasi di antaranya melalui kegiatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Bidang Sastra di Padang, Sumatra Barat.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis mengatakan inisiatif tersebut untuk memastikan regenerasi penulis Indonesia berjalan berkesinambungan dengan memberikan ruang pembibitan, pembinaan, dan promosi bagi talenta sastra dari tingkat lokal hingga global
"Sastra yang dikelola melalui pendekatan manajemen talenta akan melahirkan penulis dengan kualitas yang konsisten, karya yang beragam, serta kontribusi nyata dalam memperkuat daya saing kebudayaan Indonesia,” kata Annisa dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Annisa menyampaikan bahwa melalui kerangka MTN, Kemenbud berperan sebagai fasilitator dalam menemukan talenta sastra di berbagai daerah, memberi ruang pembinaan yang berkelanjutan, dan menghubungkan mereka dengan ekosistem yang lebih luas, baik dalam penerbitan, festival sastra, maupun jejaring internasional.
“Dengan demikian, penulis-penulis Indonesia tidak hanya berkontribusi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kesempatan tampil dan diakui di panggung dunia,” tambah Annisa.
Sebagai bagian dari acara MTN Seni Budaya bidang sastra di Padang, dihadirkan forum MTN IkonInspirasi.
Forum ini menjadi ruang diskusi publik antara generasi muda dengan sastrawan Indonesia.
Tahun ini, hadir Ratih Kumala dan Ahmad Fuadi yang berbagi pengalaman soal perjalanan menulis, motivasi, serta pentingnya regenerasi penulis baru.
"MTN terbagi atas beberapa bidang, salah satunya pembibitan. Di awal ini fokusnya memang ke pembibitan. Karena ke depannya, harus ada yang bisa menggantikan para sastrawan yang mulai menua atau sudah sepuh. Jangan sampai, Sumatra Barat, yang dikenal sebagai negerinya para sastrawan, tidak punya penerus,” tutur Ratih Kumala.
Sementara itu, Ahmad Fuadi mengatakan Seni Budaya Bidang Sastra adalah salah satu jalan untuk memetakan atau mencari potensi-potensi baru.
"Pertama kita mencari bakat-bakat baru. Kita cari 100 dari 1.000, misalnya. Mereka kemudian diberi pembekalan yang memadai, yaitu pembekalan teknikal, dan motivasi. Teknikal lebih ke persoalan teknis penulisan sastra, mulai dari memilih dan membungkus kata, dan seterusnya," katanya.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan MTN AsahBakat, program belajar intensif yang mempertemukan 100 peserta terpilih dengan mentor sastra.
Adapun peserta dibagi ke tiga kelas yaitu puisi bersama Heru Joni Putra, novel bersama Yusi Avianto Pareanom, dan cerita pendek bersama Yusrizal KW.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenbud perkuat talenta sastra agar tetap relevan lintas generasi
