Logo Header Antaranews Jogja

Pameran Seni Sea Turtle on Earth refleksikan mitologi dan ekologi

Rabu, 17 September 2025 21:22 WIB
Image Print
Pengunjung tengah meperhatikan karya lukis pada pameran “Sea Turtle on Earth” di Sarang Building Blok 2, Bantul, Selasa (17/9/2025). ANTARA/Rahid Putra Laksana

Yogyakarta (ANTARA) - Pameran seni rupa dengan tajuk Sea Turtle on Earth yang diselenggarakan Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta Fourkey Yogyakarta (4k.yogyakarta), di Sarang Building Blok 2 yang berlangsung pada 16-30 September 2025, merefleksikan mitologi dan ekologi yang terkandung di dalamnya.

Komunitas 4k.yogyakarta yang digagas oleh empat anak muda yang sama-sama memiliki kekhawatiran isu lingkungan yang terjadi di Pantai Pelangi, Yogyakarta terutama mengenai kelestarian satwa dilindungi yaitu penyu dan ekosistemnya, dalam pameran ini menampilkan karya dari sembilan seniman lokal.

Pada pemeran yang mengusung tema Penyu : Mitologi Hidup dan Representatif Bhineka Tunggal Ika, para seniman masing-masing memberikan interpretasi unik terhadap penyu, mulai dari sisi spiritual, kehidupan sehari-hari, hingga kritik terhadap kerusakan ekologis yang disebabkan oleh manusia.

Raihan Robby, salah satu kurator pameran, menjelaskan bahwa setiap seniman membawa pemaknaan yang berbeda tentang penyu.

"Para seniman menghadirkan karya dari pemaknaannya masing-masing terhadap penyu. Ada yang berangkat dari biografi kesunyian, keseharian, kesederhanaan, hingga spiritualitas yang menggambarkan hubungan antara penyu, alam, dan dirinya sendiri. Ada pula yang yang memilih jalan kritik, menghadirkan simbol-simbol keserakahan dan hasrat manusia yang merusak keseimbangan ekologis,” ujarnya.

Kurator lainnya, Awalludin G Mualif menambahkan bahwa pameran ini juga menjadi seruan untuk menjaga ekosistem melalui pemahaman budaya dan mitologi.

"Pameran ini adalah seruan, sebuah refleksi visual tentang tanggung jawab kita sebagai bagian dari ekosistem. Sebagaimana para leluhur di tanah Jawa khususnya di Nagari Ngayogjokarto Hadiningrat yang menjadikan mitologi sebagai penjaga ekologi dengan narasi-narasi yang membuat setiap orang berpikir ribuan kali untuk sekedar menjamahnya apalagi akan mengambil dan merusak," katanya.

Pameran tersebut mengangkat penyu sebagai simbol mitologi, keberagaman, dan keseimbangan ekosistem. Setiap karya menghadirkan perspektif berbeda dari sisi spiritual, keseharian, hingga kritik terhadap keserakahan manusia namun tetap berpadu dalam satu pesan penting yakni menjaga kelestarian penyu dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sebagaimana kearifan lokal leluhur Jawa yang menjadikan mitologi sebagai penjaga ekologi.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026