Yogyakarta (ANTARA) - Rintik Skincare kembali mengukuhkan posisinya di puncak industri kecantikan dengan meraih penghargaan Superbrand Indonesia Award 2025. Prestasi ini terasa istimewa karena menandai kemenangan kedua kalinya secara berturut-turut bagi merek lokal asal Lampung ini untuk kategori Stretchmark Oil & Cream, setelah sebelumnya juga dianugerahi penghargaan yang sama pada tahun 2024.
Di tengah gempuran merek kecantikan global, pencapaian ini menjadi sinyal kuat akan konsistensi dan kualitas produk perawatan tubuh yang berhasil merebut kepercayaan konsumen tanah air. Kabar gembira ini pun disambut hangat oleh para pengikutnya, seperti yang dilansir dari akun Instagram resmi @rintik.skincare yang pertama kali membagikan pengumuman kemenangan tersebut.
Andy Wijaya, sebagai pendiri Rintik Skincare, menyambut penghargaan ini dengan rasa syukur dan melihatnya sebagai cerminan dari dedikasi seluruh tim serta loyalitas pelanggan. "Penghargaan Superbrand dua tahun berturut-turut ini bukan sekadar piala, namun validasi dari pasar bahwa produk yang kami ciptakan benar-benar memberikan solusi bagi masyarakat," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (21/8).
Menurut dia, kepercayaan konsumen adalah aset paling berharga yang terus memotivasi Rintik Skincare untuk tidak pernah berkompromi dengan kualitas. Status Superbrand sendiri bukanlah penghargaan yang mudah didapat. Pengakuan ini diberikan berdasarkan survei independen terhadap konsumen untuk mengukur dominasi pasar, loyalitas, dan penerimaan publik terhadap suatu merek.
Kemenangan Rintik Skincare menunjukkan bahwa produk mereka, khususnya rangkaian perawatan stretch mark, telah menjadi pilihan utama di benak konsumen. "Sejak awal, fokus kami adalah menciptakan body care solution yang efektif dan aman, terutama untuk masalah spesifik seperti stretch mark pada ibu hamil atau kerutan di tubuh yang seringkali terabaikan," jelas Andy.
Dua produk yang menjadi sorotan utama dalam penghargaan ini, Stretchmark Cream dan Stretch Mark Oil, memang telah membuktikan keunggulannya di pasar. Stretchmark Cream, yang diformulasikan khusus sebagai produk aman untuk bumil untuk mencegah munculnya guratan kulit sejak trimester awal, konsisten menjadi produk terlaris di kategorinya.
"Kami melakukan riset mendalam untuk memastikan formulanya tidak hanya efektif mencegah, tetapi juga memberikan kelembaban ekstra yang dibutuhkan kulit ibu hamil," ungkap Andy.
Sementara itu, Stretch Mark Oil menjadi andalan untuk memudarkan stretch mark yang sudah muncul, menjadikannya produk nomor satu di berbagai platform e-commerce.
Namun, inovasi Rintik Skincare tidak berhenti di situ. Keberhasilan mereka juga didorong oleh kemampuan untuk mendengar dan menjawab kebutuhan pasar yang lebih luas. Produk seperti No Bump Lotion, misalnya, hadir sebagai solusi perawatan Keratosis Pilaris atau chicken skin.
Kisah sukses para pengguna produk ini pun kerap dibagikan, dikutip dari akun Instagram @rintik.skincare, yang menampilkan transformasi nyata dari kulit kasar dan bruntusan menjadi lebih halus.
"Banyak konsumen datang dengan keluhan tersebut. Dari sanalah ide No Bump Lotion lahir. Kami ingin setiap orang bisa merasa percaya diri dengan kulit yang halus dan mulus dengan harga terjangkau," kata Andy.
Komitmen ini diperkuat dengan peluncuran produk baru, Retinol Hand & Neck Renewal Serum, yang menargetkan tanda-tanda penuaan dini di area tangan dan leher.
Dengan deretan prestasi dan inovasi yang terus berjalan, Rintik Skincare membuktikan diri sebagai brand lokal kompetitif yang mampu berdiri sejajar dengan merek internasional. Kemenangan Superbrand 2025 menjadi penegasan bahwa konsistensi dalam menjaga kualitas dan fokus pada kepuasan konsumen adalah kunci untuk membangun merek yang kuat dan berkelanjutan.
"Perjalanan kami masih panjang. Penghargaan ini adalah bahan bakar bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat Indonesia," tutur Andy dengan optimis.
