Sleman (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan dalam dua batch bagi para penyuluh agama Islam yang menghadirkan narasumber dari ANTARA Biro DIY pada 5–6 November 2025.
Kepala Kemenag Sleman Nadhif dalam pembukaan pelatihan di Sleman, Kamis, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan reformasi birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada penyusunan administrasi, tetapi juga dampak nyata di tengah masyarakat.
"Program reformasi birokrasi itu harus berdampak. Kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti di dalam ruangan atau sekadar menjadi pengetahuan. Harus ada hasil yang dirasakan masyarakat dari apa yang kita lakukan," katanya.
Dia mengatakan, saat ini penyuluhan keagamaan tidak bisa hanya mengandalkan pertemuan tatap muka. Perubahan pola belajar masyarakat, terutama generasi muda, membuat media sosial menjadi ruang dakwah yang tidak dapat diabaikan.
"Generasi milenial belajar agama dari media sosial. Kalau kita tidak hadir di ruang itu, maka umat kita belajar kepada pihak yang belum tentu sejalan dengan nilai moderasi beragama," katanya.
Nadhif mengatakan, bahwa penyuluh sebenarnya telah memiliki fondasi keilmuan yang kuat, namun perlu didukung dengan kemampuan penyajian materi yang sesuai karakter audiens masa kini.
"Penyuluh itu punya modal besar, keilmuan dan kedekatan dengan masyarakat. Pelatihan ini membantu agar penyampaian pesan keagamaan bisa menyesuaikan zaman, tetapi tetap berada dalam koridor yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua sesi setiap harinya dengan narasumber dari ANTARA Biro DIY.
Imam Prasetyo Nugroho memberikan materi dasar pembuatan konten video, mulai teknik pengambilan gambar, komposisi visual, penataan naskah, hingga voice over, sehingga pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih ringkas dan komunikatif.
Sesi berikutnya menghadirkan Kepala Biro ANTARA DIY Nur Istibsaroh membawakan materi penyusunan konten dakwah digital menggunakan format carousel. Dia menekankan bahwa penyuluh sudah kuat dalam substansi, yang perlu diperkuat adalah cara penyampaian.
"Saya yakin bapak ibu penyuluh sudah sangat kuat dalam hal materi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menyampaikan materi itu dengan cara yang mudah dipahami, cepat ditangkap, dan nyaman dilihat audiens. Kita bukan mengubah substansi dakwah, hanya mengubah cara menyampaikannya," katanya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa konten digital harus tetap menjaga kejelasan pesan dan akuntabilitas informasi.
"Membuat konten bukan hanya soal tampil menarik. Yang terpenting adalah memastikan pesan yang kita bagikan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara ilmu maupun etika. Itulah kenapa penyuluh perlu hadir di ruang digital, supaya masyarakat mendapatkan rujukan yang aman dan jelas," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Sleman berharap kemampuan produksi konten yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat memperkuat penyebaran pesan keagamaan yang moderat, ramah, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
