Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana kembali memasukkan aspek keselamatan berwisata ke dalam jajaran program unggulan untuk tahun 2026 mendatang.
"Untuk tahun 2026, kami akan tetap melanjutkan program-program unggulan yang telah berjalan di 2025 sambil menghadirkan berbagai inovasi dan melakukan ekspansi program baru," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin.
Widiyanti mengatakan melalui program itu Kementerian Pariwisata akan melakukan upskilling dan reskilling untuk peningkatan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan wisata ekstrem.
Salah satu kegiatan yang akan digelar yakni pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi pada 200 pemandu wisata untuk peningkatan kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan pertama dalam wisata ekstrem. Adapun pemandu wisata yang disebutkan di antaranya pemandu wisata gunung, wisata tirta dan wisata selam.
"Termasuk untuk lokasi yang mengarah ke wisata ekstrem," kata Widiyanti.
Program berikutnya yang dilanjutkan pada tahun 2026 adalah Desa Wisata, di mana Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan jejaring 6.100 lebih desa wisata, memberikan pendampingan untuk desa wisata yang berpotensi dan masyarakat yang sadar wisata, peningkatan kualitas dan daya saing serta pengelolaan yang berkelanjutan.
Pada program Pariwisata Berkualitas nantinya pemerintah akan memanfaatkan beragam minat khusus wisatawan sebagai daya tarik Indonesia. Misalnya gastronomi, bahari, kebugaran, wastra, seni dan desain, dalam rangka menarik wisatawan mancanegara berdaya beli tinggi dan meningkatkan pengeluarannya.
"Kami akan lanjutkan kegiatan kurasi daya tarik termasuk usaha yang dilakukan oleh UMKM dan pelaku aircraft dan juga Wonderful Indonesia Gourmet serta Wonderful Indonesia Wellness, serta pendampingan dan pembinaan usaha," ucapnya.
Widiyanti menyebut dalam program Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata akan melakukan kurasi melalui Karisma Event Nusantara (KEN), menggunakan dukungan platform yang sesuai.
Kemudian untuk program Tourism 5.0 nantinya akan memanfaatkan teknologi untuk pariwisata yang lebih efektif dan berkualitas. Salah satunya melalui pengembangan platform terpadu Event by Indonesia. untuk kemudahan akses informasi penyelenggaraan event di Indonesia.
"Kami akan alihkan (program) ke event lewat pengembangan platform terpadu untuk perizinan event. Adapun selain program unggulan ini, masing-masing kedeputian juga menjalankan program kerja sebagaimana seharusnya," katanya.
Sementara untuk Gerakan Wisata Bersih (GWB) tidak disebutkan kembali bergabung bersama deretan program unggulan lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenpar masukkan keselamatan berwisata dalam program unggulan 2026
