Logo Header Antaranews Jogja

Polres Bantul mengerahkan kekuatan penuh jamin keamanan perayaan Natal

Rabu, 24 Desember 2025 20:13 WIB
Image Print
Apel Pengamanan perayaan Natal 2025 di Mapolres Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (24/12/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Bantul

Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengerahkan kekuatan penuh guna menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam merayakan Natal 2025 di wilayah hukum kabupaten ini.

"Sebanyak 1.265 personel gabungan disiagakan untuk mengawal rangkaian ibadah di puluhan titik gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Bantul," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul AKBP Novita Eka Sari pada apel pengamanan di Mapolres Bantul, Rabu.

Menurut dia, pengamanan ini merupakan sinergi lintas sektoral, sehingga Polri akan bekerja sama erat dengan TNI, elemen organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga satuan pengamanan internal gereja.

"Kami juga mendapatkan dukungan kekuatan dari Sat Brimobda Kepolisian Daerah (Polda) DIY dan BKO Polda DIY untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tanpa gangguan," katanya.

Berdasarkan data kepolisian, ibadah Natal 2025 berlangsung di 37 gereja pada malam Natal dan meningkat menjadi 52 gereja pada hari Natal. Oleh karena itu, Kapolres menginstruksikan jajarannya untuk melakukan sterilisasi lokasi sebelum ibadah dimulai.

Dia mengatakan, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus Operasi Lilin 2025 di Bantul, yakni pengamanan orang, pengamanan barang dan pengamanan kegiatan.

"Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati ini pengamanan rutin, kita harus selalu waspada. Lakukan deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah terjadinya aksi gangguan keamanan," katanya.

Menurut dia, paradigma pengamanan Natal tahun ini lebih mengedepankan sisi humanis, oleh karena itu dia meminta personel tampil visibel dan menenangkan, bukan memberikan kesan intimidasi.

"Konsepnya adalah pelayanan, bukan sekadar pengamanan. Polri harus hadir secara nyata agar umat dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman," katanya.

Dia juga mengatakan, selain ancaman terorisme dan gangguan kamtibmas, polisi juga mengantisipasi kerawanan kriminalitas umum seperti aksi pecah kaca kendaraan di kantong-kantong parkir gereja serta pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026