Tindakan AS di Venezuela ancaman bagi negara kecil, termasuk Singapura

id venezuela,amerika serikat,singapura,agresi militer

Tindakan AS di Venezuela ancaman bagi negara kecil, termasuk Singapura

Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut mereka mengecam tindakan penyerangan dan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro berserta istrinya oleh Amerika Serikat dan meminta agar Indonesia untuk menyatakan sikap resmi, serta mendukung rakyat Venezuela menentukan nasib negaranya tanpa intervensi asing. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

Moskow (ANTARA) - Mantan Perdana Menteri Singapura yang kini menjabat sebagai Menteri Senior, Lee Hsien Loong, menyatakan pada Kamis bahwa tindakan Amerika Serikat di Venezuela menimbulkan kekhawatiran serius bagi negara-negara kecil, termasuk Singapura.

Pada 4 Januari, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan keprihatinan mendalam atas langkah AS di Venezuela.

Singapura menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional dan Piagam PBB yang menjamin kemerdekaan serta kedaulatan semua negara, khususnya negara kecil.

Pernyataan itu juga menekankan bahwa Singapura secara konsisten menolak tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, serta berharap konflik di Venezuela dapat diselesaikan secara damai.

“Konsekuensi jangka panjang dari tindakan AS di Venezuela terhadap sistem internasional adalah hal yang perlu kita waspadai. Dari sudut pandang negara kecil, jika dunia bekerja seperti itu, maka kita menghadapi masalah,” kata Lee dalam Forum Regional Outlook 2026.

Baca juga: China: Peradilan Presiden Venezuela Maduro di AS tidak sah

Baca juga: PBB: Operasi militer AS di Venezuela merusak hukum internasional

Lee menegaskan bahwa Singapura menolak intervensi militer ke negara lain karena bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Ia menambahkan, meski Venezuela adalah negara yang “rumit” dan menimbulkan kesulitan bagi AS, hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk intervensi atau campur tangan suatu negara terhadap negara lain.

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, lalu membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa keduanya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi AS.

Sebagai respons, pemerintah Caracas meminta pertemuan darurat PBB terkait operasi tersebut.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian untuk sementara menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.


Sumber: Sputnik - RIA Novosti





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tindakan AS di Venezuela ancaman bagi negara kecil, termasuk Singapura

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.