Logo Header Antaranews Jogja

Pelajaran penting dari swasembada beras 2025

Sabtu, 10 Januari 2026 10:45 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (tengah) mengumumkan Indonesia resmi swasembada pangan pada tahun 2025 dalam acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025). ANTARA/HO-BPMI Setpres/am.


Baca juga: Presiden: Kejaksaan akan kembali sita 4-5 juta hektare lahan sawit

Baca juga: Mentan menjaga ketahanan pangan RI lewat modernisasi pertanian


Swasembada yang berkelanjutan bukan sekadar kemampuan memproduksi beras dalam jumlah cukup, tetapi juga memastikan bahwa produksi tersebut dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab secara lingkungan, adil secara sosial, dan rasional secara ekonomi.

Kualitas beras yang aman dikonsumsi, harga yang stabil dan terjangkau, lingkungan yang terjaga, petani yang sejahtera, serta sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan cara pandang ini, swasembada beras tidak lagi dipahami sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai proses berkelanjutan yang harus terus dirawat.

Proklamasi swasembada beras 2025 seharusnya menjadi titik awal untuk memperkuat fondasi pangan nasional, bukan titik henti yang meninabobokan.

Mencermati capaian ini dengan kepala dingin dan langkah terukur adalah kunci agar swasembada beras benar-benar menjadi warisan kebijakan yang kokoh bagi generasi mendatang.

Baca juga: Prabowo: Para petani berperan fundamental bagi kemerdekaan bangsa Indonesia

Baca juga: Prabowo sebut cadangan beras RI mencapai 3 juta ton lebih, melampaui era Soehato

 


*)Entang Sastraatmadja adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


.

 






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelajaran penting dari swasembada beras 2025

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026