Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul salurkan bantuan 17 alat mesin pertanian bagi gapoktan

Senin, 12 Januari 2026 15:15 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau alat mesin pertanian traktor yang diperbantukan bagi gabungan kelompok tani Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Senin (12/1/2026). ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan sebanyak 17 alat mesin pertanian (alsintan) yang merupakan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) bagi para gabungan kelompok tani (gapoktan) daerah tersebut.

"Hari ini kita serahkan alat mesin pertanian (alsintan), berupa 10 unit traktor roda empat, enam unit traktor roda dua, dan satu unit combine harverster," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai penyerahan alsintan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Bantul, Senin.

Menurut dia, penyerahan bantuan alsintan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut menjadi bagian dari sebanyak 201 unit alsintan yang diperbantukan pemerintah kabupaten itu untuk gapoktan seluruh Bantul pada 2025.

Sebanyak 201 alsintan yang telah disalurkan kepada kelompok tani selama 2025 tersebut berasal APBN, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DIY, APBD kabupaten, termasuk aspirasi dari anggota DPR maupun DPRD.

"Dengan bantuan alsintan ini maka harapannya akan semakin meningkatkan kinerja pertanian, karena dengan alat alat mesin pertanian ini produktivitas panen akan naik," katanya.

Baca juga: Indonesia menuju lumbung pangan dunia

Baca juga: Bapanas: SPHP beras 2025 diperpanjang hingga 31 Januari 2026 melalui skema RPATA

Ia juga mengatakan luas panen padi di Bantul selama musim tanam 2025 tercatat seluas 34 ribu hektare dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 199 ribu ton. Naik dibanding dengan tahun 2024 yang seluas 31 ribu hektare.

"Jadi semuanya meningkat, luas tanam meningkat, volume produksi meningkat, dan ini adalah berkat mekanisasi pertanian yang dilakukan melalui alsintan. Tanpa mekanisasi ini, kita sangat sulit, sangat berat meningkatkan sektor pertanian," katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, pada tahun 2025, terjadi peningkatan luas panen menjadi 34 ribu hektare, mengalami peningkatan luas dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya sekitar tiga ribu hektare.

"Untuk luas panen kita pada 2025 seluas 34 ribu hektare dengan produksi lebih kurang 199 ton gabah kering giling. Dari jumlah itu, kalau kita proyeksikan ke beras hampir 130 ribu ton beras pada 2025," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026