Logo Header Antaranews Jogja

Israel perluas pendudukan di Jalur Gaza

Senin, 4 Mei 2026 09:23 WIB
Image Print
Warga Palestina berjuang untuk bertahan hidup karena blokade Israel di Jalur Gaza dan pembatasan izin masuk bantuan di Kota Gaza, Gaza, Palestina pada 14 April 2026. Keluarga-keluarga Palestina, yang rumahnya hancur dalam serangan dan yang sekarang berlindung di reruntuhan gedung Universitas Islam di Kota Gaza, mencoba untuk mempertahankan hidup mereka dengan sumber daya yang terbatas. ANTARA/Mahmoud Abu Hamda/Anadolu/pri.

Istanbul (ANTARA) - Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu, demikian dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel, Minggu (3/5).

Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, Israel menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza, menurut laporan penyiar tersebut.

Sementara itu, kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina itu.

Pejabat militer senior Israel “mendesak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza dan meyakini bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk mengalahkan Hamas,” demikian laporan radio tersebut.

Media itu juga melaporkan adanya persiapan militer untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran, dengan mencatat bahwa tentara telah mengurangi kekuatan di Lebanon selatan dan mengerahkan kembali brigade reguler ke Gaza serta Tepi Barat.

Disebutkan pula bahwa komando wilayah selatan telah menyelesaikan rencana operasional dan siap melanjutkan pertempuran jika diperintahkan oleh kepemimpinan politik.

Laporan itu mencuat di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung oleh Israel di wilayah Jalur Gaza serta serangan di wilayah Tepi Barat.

Gencatan senjata tersebut sebelumnya dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026