Logo Header Antaranews Jogja

Jaksa masuk desa upaya mitigasi cegah tindakan melawan hukum

Rabu, 14 Januari 2026 20:17 WIB
Image Print
Sosialisasi program Jaksa Masuk Kelurahan (Jamasan) di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-Kominfo Bantul.

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut program jaksa masuk kelurahan atau desa yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya mitigasi agar tidak terjadi tindakan melawan hukum oleh aparatur kelurahan.

"Tidak apa apa intel (intelijen) atau Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) datang. Itu bagus karena ada upaya mitigasi agar tindakan melawan hukum tidak terjadi," kata Bupati Halim pada sosialisasi program Jaksa Masuk Kelurahan (Jamasan) di Kejari Bantul, Rabu.

Oleh karena itu, Bupati Bantul mengimbau agar aparatur kelurahan maupun lurah di lingkungan Pemkab Bantul tidak ragu berkomunikasi dengan kejaksaan.

"Karena kalau bagian Pidsus (Tindak Pidana Khusus) yang datang, itu baru boleh deg-degan, karena artinya ada penindakan," kata Halim.

Dia mengatakan, program Jamasan ini merupakan kesempatan emas yang harus disambut baik, terutama jika menyangkut pengelolaan dana di kelurahan. Sebab sektor tersebut tergolong strategis sekaligus rawan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul Kristanti Yuni Purnawanti mengatakan program ini bertujuan mencegah lebih awal terkait potensi konflik sosial maupun pelanggaran hukum yang mungkin terjadi di kelurahan.

"Kami tengah berupaya merubah wajah penegakan hukum itu tidak hanya pada penindakan saja. Melainkan pada deteksi dini, tangkal dini, termasuk roda pemerintahan tingkat kelurahan," katanya.

Melalui program sebagai tindak lanjut usai 75 kelurahan di Bantul menandatangani pakta integritas dengan Kejari Bantul pada 21 Agustus 2025 itu harapannya kejaksaan dan kelurahan dapat bermitra dengan baik, bahkan dapat melakukan konsultasi apabila ada hal-hal yang dirasa mengganjal.

"Saat ini, ada 20 kelurahan yang menjalin komunikasi dengan kami. Untuk yang lain, mari kita saling 'sharing', berinteraksi dengan kejaksaan. Kalau ada intel atau petugas Datun datang, itu dalam rangka pencegahan dini," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026