Rosan kaji opsi pembentukan BUMN sektor tekstil

id penguatan investasi, investasi danantara,bumn tekstil, rosan roeslani

Rosan kaji opsi pembentukan BUMN sektor tekstil

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani ditemui usai konferensi pers capaian investasi sepanjang 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2025). (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Jakarta (ANTARA) - CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji secara mendalam rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.

Rosan menyampaikan, setiap rencana investasi yang dilakukan pihaknya dilakukan melalui studi kelayakan (feasibility study) dan asesmen menyeluruh, termasuk terhadap sektor tekstil yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah.

"Kita di Danantara, semuanya tentunya investasi yang kita lakukan itu sudah dalam feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor. Tentunya juga kita ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi. Termasuk juga, parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ucap dia ditemui di Jakarta, Kamis.

Pihaknya lanjut dia, terbuka menerima investasi dengan tingkat imbal hasil yang lebih rendah dari parameter yang ditetapkan, sepanjang investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Ia mencontohkan sektor tekstil sebagai salah satu industri dengan daya serap tenaga kerja yang tinggi, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sehingga Danantara akan melihat peluang yang ada, terutama terhadap perusahaan-perusahaan yang telah masuk dalam kategori aset bermasalah (distressed asset)

“Kita melihat potensi-potensi yang ada saja, apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset," katanya lagi.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kepastian pembentukan BUMN tekstil baru, Rosan menegaskan bahwa Danantara masih membuka berbagai opsi dan belum mengambil keputusan final.

“Kita masih melihat opsi-opsinya," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Pemerintah akan membentuk BUMN baru khusus sektor tekstil.

Rencana tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto saat rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 11 Januari 2026 lalu.

Alasannya, industri tekstil dan garmen dinilai menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko kebijakan tarif AS.

"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan 6 miliar (dolar AS) nanti akan disiapkan oleh Danantara," kata Airlangga dalam acara Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).

Ia menerangkan dari hasil studi yang telah rampung, rencana itu bakal dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Guna mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar 6 miliar dolar AS melalui BPI Danantara.

Dana tersebut diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor di sektor tekstil.

"Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari 4 miliar (dolar AS), bisa naik ke 40 miliar (dolar AS) dalam 10 tahun l, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil," jelasnya.

Dalam hal ini, Menko mengakui saat ini masih ada kelemahan pada rantai nilai (value chain) tekstil, terutama pada produksi benang, kain, dyeing, printing, dan finishing.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rosan kaji opsi pembentukan BUMN tekstil

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.