Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menilai telah terjadi banyak perubahan positif yang menunjukkan pemulihan signifikan di sejumlah wilayah Aceh pasca-bencana banjir, ditandai berfungsinya kembali layanan publik, aktivitas ekonomi, dan pemerintahan daerah.
Tito menyampaikan sejak bencana hingga kini pemerintah pusat dan daerah bergotong-royong menangani dampak bencana di seluruh wilayah Aceh terdampak sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Saya nggak bisa sebut satu per satu, karena semua bekerja atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Intinya, kita melihat sudah banyak perubahan," kata Mendagri dalam penyaluran alat pembersih lumpur di Aceh Taming, Aceh, Jumat.
Baca juga: Mendagri salurkan alat pembersih lumpur dari Presiden di Aceh Taming
Baca juga: ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
Tito mengaku dirinya telah mengunjungi beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Langsa, termasuk Aceh Tamiang. Dari hasil kunjungan, beberapa wilayah tersebut menunjukkan perubahan yang baik.
Dia menyebutkan upaya pemulihan pasca-bencana melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, instansi vertikal, TNI-Polri, BNPB, serta Basarnas yang bekerja keras mempercepat pemulihan layanan publik masyarakat.
Ia menilai kondisi lapangan sudah jauh membaik dibandingkan saat kunjungan awal pasca-bencana, ditandai kantor pemerintahan mulai bersih, dinas-dinas tertata, serta kesiapan kembali bekerja setelah melengkapi furnitur pendukung pelayanan publik.
"Sudah banyak hal yang jauh membaik dibanding pada saat kedatangan kami pertama, apalagi pada saat setelah hari pertama pasca-bencana. Pemerintahan, kantornya sudah mulai bersih, dinas-dinas juga sudah mulai bagus, bersih, tinggal isi furnitur dan kemudian bekerja," ucap Tito.
Perbaikan juga terlihat pada sektor kesehatan, dimana Rumah Sakit Umum Daerah sebagian besar telah beroperasi setelah sebelumnya terdampak banjir, sehingga layanan medis masyarakat kembali berjalan bertahap dan terus ditingkatkan kualitasnya.
"Kemudian, Rumah Sakit Umum Daerah juga, saya sudah bersama Menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) ke sini (Aceh Tamiang) beberapa waktu lalu, sebagian besar sudah beroperasi, mudah-mudahan lebih baik lagi hari ini," beber Tito.
Selain itu, ketersediaan listrik dan jaringan internet telah pulih, distribusi BBM berjalan lancar, serta sejumlah SPBU kembali beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pemulihan wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang.
Meski demikian, Mendagri mencatat persoalan air minum masih menjadi tantangan yang memerlukan penanganan lanjutan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Baca juga: Menteri PU percepat bangun huntara warga terdampak bencana di Aceh
Baca juga: Pemerintah pulihkan TKD Aceh, Sumut, dan Sumbar Rp10,6 triliun
Pada sektor ekonomi, lanjut Mendagri, aktivitas yang sempat lumpuh kini mulai bangkit, terlihat dari toko dan warung kembali buka, serta roda perdagangan perlahan bergerak seiring membaiknya kondisi lingkungan dan infrastruktur pendukung masyarakat.
"Pasar juga buka waktu pengecekan saya terakhir kemarin, pasar sudah buka, saya yakin sekarang lebih normal lagi," kata Mendagri.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah menambah alat berat dan pasukan lapangan guna memperkuat upaya pembersihan lumpur, terutama di wilayah padat aktivitas dan pemukiman masyarakat yang terdampak cukup parah.
Penguatan personel dilakukan melalui tambahan pasukan TNI AD, kepolisian, serta keterlibatan sekolah kedinasan guna menghadirkan tenaga sehat, kuat, dan militan dalam mendukung percepatan pemulihan daerah.
"Sekolah-sekolah kedinasan (dilibatkan), karena kita memerlukan tambahan orang yang fisiknya kuat, militan," kata Mendagri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri: Sudah banyak perubahan baik pascabencana di Aceh
