Logo Header Antaranews Jogja

Satgas Pangan memastikan harga dan stok pangan DIY aman menjelang Ramadhan

Kamis, 5 Februari 2026 22:55 WIB
Image Print
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis bersama jajaran Satgas Saber Pangan Polda DIY usai pemantauan harga dan ketersediaan pangan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/HO-Pemda DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memastikan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) aman menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.

"Dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP). Kami berharap para pedagang dapat terus menjaga stabilitas harga di Provinsi DIY," ujar Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis usai pemantauan harga dan ketersediaan pangan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Kamis.

Nita menuturkan pemantauan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

Satgas Saber Pangan dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 4 Tahun 2026 dan berjenjang dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Satgas itu melibatkan aparat penegak hukum guna memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan efektivitas pengawasan di seluruh wilayah.

Nita mengimbau masyarakat DIY agar tidak perlu khawatir terhadap kondisi ketersediaan bahan pokok.

"Tidak usah khawatir karena ada juga gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh Dinas Provinsi dan ada juga yang dilakukan oleh Bulog bersama dengan pemerintah," jelasnya.

Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tidak melebihi HET dan HAP, sekaligus mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

"Kita memberikan peringatan pada para spekulan, baik produsen maupun distributor, agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan yang menjadi prioritas bagi kebutuhan masyarakat," ujar dia.

Satgas Saber DIY, kata dia, akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan permainan harga atau penimbunan, baik di tingkat produsen maupun distributor," ujar Tri Panungko.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Yogyakarta Dedi Aprilyadi menyampaikan, ketersediaan beras di DIY saat ini dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.

"Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai sekitar 39.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Dedi.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026