Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengenang dukungan pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak Indonesia berjuang meraih kemerdekaan, yang disampaikannya saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) malam waktu setempat.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak melupakan peran historis AS dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949. Presiden menyebut dukungan tersebut sebagai fondasi moral dalam hubungan bilateral kedua negara.
"Saat itu, kami sedang memperjuangkan perang kemerdekaan untuk membebaskan diri dari kolonialisme Belanda dan AS sangat berperan dalam mendukung kami. Sepanjang sejarah awal bangsa, kami selalu melihat Amerika Serikat membantu kami di masa-masa kritis," kata Prabowo dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis.
Meski Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri non-blok, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia terhadap persahabatan dengan AS, maupun negara-negara besar lainnya.
Menurutnya, Indonesia menghormati semua kekuatan besar dan berupaya menjadi jembatan serta "honest broker" di tengah dinamika global.
Baca juga: Prabowo: RI tak pernah gagal bayar utang
Baca juga: Prabowo kenalkan 18 proyek hilirisasi strategis di AS
Kepala Negara menilai dukungan AS terhadap Indonesia itu menjadikan para pemimpin bangsa berusaha mengajarkan generasi muda untuk tidak melupakan teman yang telah menemani di saat-saat sulit.
"Memang ada teman yang hanya ada saat semuanya berjalan baik, dalam istilah Anda disebut 'fair-weather friends'. Namun hal ini menunjukkan betapa tuanya saya, karena saya masih mengingat masa-masa sulit itu," kata Prabowo.
Berangkat dari dukungan historis itu, Presiden optimistis hubungan Indonesia dan AS semakin kuat, terutama menjelang penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART). Negosiasi kedua negara terkait perjanjian tersebut telah berlangsung sejak 2025.
Prabowo menyampaikan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.
"Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Di Gala Iftar, Prabowo kenang dukungan AS sejak RI raih kemerdekaan
