Raymond/Joaquin terhenti di semifinal All England

id Raymon Indra,Nikolaus Joaquin,All England,All England 2026,PBSI,Bulu tangkis

Raymond/Joaquin terhenti di semifinal All England

Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat tampil di perempat final All England 2026 di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Sabtu pagi WIB (07/03/2026). ANTARA/HO-PBSI

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin terhenti di babak semifinal All England 2026 setelah kalah dari wakil Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Sung Jae 19-21 dan 13-21.

Dikutip dari BWF, pada laga yang berlangsung di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Minggu pagi WIB, itu, Raymond/Joaquin cukup kesulitan mengimbangi pola serangan cepat yang dilancarkan Kim/Seo hingga membuat mereka tertinggal empat poin 3-7 pada awal gim pertama.

Namun, perlahan Raymond/Joaquin mampu memperoleh tujuh poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 11-8.

Memasuki pertengahan set, intensitas permainan justru diambil alih oleh Kim/Seo yang bisa membalikkan keadaan dan menutup gim pertama dengan 21-19.

Pada gim kedua, Raymond/Joaquin mencoba untuk tampil lebih keluar dan menekan Kim/Seo.

Namun Kim/Seo tampil begitu solid dan bisa mematahkan sejumlah pola serangan Raymond/Joaquin untuk unggul 11-7.

Tempo permainan terus dipegang oleh ganda unggulan pertama ini yang tak membiarkan Raymond/Joaquin mengembangkan pola permainan, Kim/Seo terus tampil mendominasi hingga menutup pertandingan lewat kemenangan 21-13.

Kandasnya Raymond/Joaquin sekaligus membuat tim bulu tangkis Indonesia harus gigit jari karena telah kehabisan wakil di turnamen BWF kelas super 1000 ini.

Sebelumnya wakil-wakil Indonesia di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran telah kandas di babak perempat final.

Ini menjadi catatan negatif untuk tim Merah Putih yang dipastikan tidak mempunyai satu pun wakil yang melaju ke babak final All England 2026.

Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.