Keraton Yogyakarta pastikan Grebeg Syawal 2026 tanpa gajah

id Keraton Yogyakarta,Grebeg Syawal,Yogyakarta,DIY,gajah

Keraton Yogyakarta pastikan Grebeg Syawal 2026 tanpa gajah

Arsip foto - Pasukan gajah GL ZOO memimpin kirab abdi dalem yang membawa gunungan menuju Puro Pakualaman saat Grebeg Maulud 2025 di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (5/9/2025). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.

Yogyakarta (ANTARA) - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memastikan gajah tak lagi dihadirkan dalam iring-iringan kirab gunungan dan pareden pada Grebeg Syawal 2026 atau Garebeg Sawal Dal 1959.

Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan sekaligus Manggala Prajurit Keraton Yogyakarta KPH Notonegoro mengatakan kebijakan tersebut selaras dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI.

"Mulai Garebeg Sawal Dal 1959 kali ini, gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan atau kirab gunungan dan pareden," ujar Notonegoro dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat.

Ia menjelaskan Grebeg Syawal merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Keraton Yogyakarta yang akan digelar pada Jumat (20/3).

Prosesi tersebut diawali dengan persiapan bregada prajurit sejak pukul 06.30 WIB di Kompleks Kamandhungan Kidul Keraton Yogyakarta sebelum iring-iringan prajurit dan gunungan menuruni Siti Hinggil di Pagelaran Keraton sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, rangkaian Grebeg Syawal Dal 1959 diawali dengan prosesi Numplak Wajik sebagai tahap pembuatan gunungan dan pareden yang berbahan dasar wajik.

Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa Keraton Yogyakarta KRT Kusumonegoro menjelaskan prosesi Numplak Wajik dilaksanakan di Panti Pareden, Kompleks Magangan pada Selasa (17/3) selepas asar.

"Bagi yang ingin hadir menyaksikan langsung, sumonggo, namun dimohon tetap menjaga ketertiban," ujar Kusumonegoro.

Keraton Yogyakarta juga mengimbau masyarakat yang mengikuti rangkaian peringatan Idul Fitri dan Garebeg Sawal untuk tertib, termasuk memberikan jalan bagi iring-iringan bregada prajurit dan gunungan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Selama pelaksanaan prosesi peringatan Idul Fitri, Keraton Yogyakarta juga memberlakukan larangan penerbangan drone atau sejenisnya di kawasan Keraton hingga ketinggian 150 meter dari permukaan tanah guna menjaga kelancaran jalannya prosesi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Keraton Yogyakarta pastikan Grebeg Syawal 2026 tanpa gajah

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.