Logo Header Antaranews Jogja

APMI dan BPDP tegaskan pentingnya penguatan narasi sawit berbasis data

Sabtu, 14 Maret 2026 01:25 WIB
Image Print
Pembukaan program "APMI Data Intelligence: Sentiment Analysis of Oil Palm" bertajuk Media Analysis for Sustainable Oil Palm. (ANTARA/HO-APMI)

Yogyakarta (ANTARA) - Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong pentingnya kekuatan narasi berbasis data untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di ruang digital.

Keberlanjutan industri kelapa sawit tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan dan produksi, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana narasi mengenai sawit dibangun di ruang publik.

"Keberlanjutan sawit bukan hanya soal lingkungan dan produksi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun strategi kampanye positif di media sosial yang kuat dan berlandaskan data," ujar Ketua Umum APMI Muhammad Nur Fadillah, S.Tr.

Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan program "APMI Data Intelligence: Sentiment Analysis of Oil Palm" bertajuk Media Analysis for Sustainable Oil Palm yang digelar di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Medan, Sumatera Utara, 10–11 Maret 2026.

"Melalui Intelligence Challenge, para peserta ditantang langsung untuk mempraktikkan kemampuan analisis media dan menyusun narasi berbasis fakta untuk dipublikasikan di platform digital masing-masing," kata Nur Fadillah.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini diikuti oleh 150 mahasiswa penerima beasiswa SDM Sawit dari enam perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa SDM Sawit BPDP.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda sawit dalam analisis sentimen media sosial, literasi data, serta strategi komunikasi berbasis data, sehingga mampu membangun narasi kelapa sawit Indonesia yang lebih objektif dan berbasis fakta di ruang digital.

Hal ini menjadi penting mengingat adanya korelasi antara maraknya kampanye negatif terhadap produk turunan kelapa sawit di ruang digital dengan rendahnya pemahaman publik terhadap manfaat komoditas perkebunan.

Oleh karena itu, program ini juga mendorong penguatan edukasi berbasis data mengenai peran strategis kelapa sawit, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keberlanjutan, agar narasi yang berkembang di ruang publik menjadi lebih berimbang dan konstruktif.

Kegiatan ini terdiri dari tiga rangkaian utama, yaitu Data Dialogue, Intelligence Workshop, dan Intelligence Challenge. Pada sesi Data Dialogue, para peserta mendapatkan perspektif strategis mengenai dinamika isu kelapa sawit di media dari sejumlah narasumber, antara lain Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah, Direktur Eksekutif PASPI Dr. Ir. Tungkot Sipayung, serta Dwi Fatimah, S.Psi (Editor Media Sawit Setara)

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Intelligence Workshop yang dipandu oleh Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit, yang memberikan pelatihan mengenai teknik membaca percakapan publik di media sosial, analisis sentimen, serta pemetaan isu digital yang berkembang di masyarakat.

"Program ini menghadirkan pakar di bidangnya, termasuk Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit yang memberikan lokakarya mengenai teknik pemetaan isu digital dan analisis percakapan publik di media sosial," ujar Nur Fadillah.

Ketua Dewan Penasihat APMI Dr. (cn) Djono Albar Burhan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi anak muda untuk berdiri di garis depan dalam menjaga reputasi sektor sawit nasional di kancah global.

"Kegiatan dua hari ini harus mampu membangun komitmen kita semua. Anak muda yang mencintai perkebunan, khususnya kelapa sawit, harus mampu berada di garis depan dalam menghadapi berbagai kampanye negatif terhadap sektor sawit," ujarnya.

Pihak BPDP melalui Helmi Muhansah menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif APMI. Menurutnya, penguatan narasi di media sosial sangat krusial jika ingin industri sawit terus berlanjut dan diterima secara objektif oleh masyarakat luas.

"Kami sangat mengapresiasi APMI yang telah melaksanakan program ini. Jika kita ingin kelapa sawit terus berlanjut, maka narasi di media sosial juga harus kuat untuk mendukung sawit," tuturnya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026