Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemudik memilih menggunakan transportasi umum kereta api menuju kampung halamannya untuk menghindari macet yang kerap terjadi di jalur mudik.
Seorang pemudik yang berasal dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Andri di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pada lebaran kali ini memilih menggunakan kereta api untuk pulang ke kampung halaman.
"Kalau naik kereta paling lima jam. Tapi kalau naik kendaraan pribadi pengalaman tahun sebelumnya bisa mencapai 18 jam," katanya.
Dia mengaku baru kali ini menggunakan kereta api karena sebelumnya ia selalu membawa kendaraan pribadi menuju kampung yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Menurut dia, pilihannya menggunakan kereta api karena transportasi umum tersebut lebih cepat dan terhindar dari macet, apalagi pada momentum arus mudik lebaran.
Baca juga: Menhub tak akan biarkan angkutan barang langgar SKB Lebaran
Ia mengatakan pernah menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung, dan diperjalanan pada waktu arus mudik bisa ditempuh sampai 18 jam dan kondisi tersebut melelahkan.
"Apalagi saat ini saya bawa anak kecil, jadi lebih pilih menggunakan kereta api," ujarnya.
Andri mengaku sudah memesan tiket jauh-jauh hari, hal ini dilakukan agar masih dapat tempat duduk untuk perjalanan pulang pergi pada saat arus mudik balik Lebaran 2026.
Pemudik lainnya asal Solo, Jawa Tengah Yuni mengaku sudah terbiasa menggunakan kereta api untuk pulang kampung karena lebih nyaman ketika diperjalanan.
Selain itu, kereta api juga tidak terjebak macet meski memasuki masa mudik lebaran. "Tapi memang harus lebih ekstra untuk mendapatkan tiketnya, karena harus dipesan jauh-jauh hari," katanya.
Sebelumnya, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, total penumpang yang berangkat dari semua stasiun wilayah Daop 1 Jakarta meliputi Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikampek, Cikarang, Jatinegara, dan Karawang hingga Senin (16/3) siang ini mencapai 51.584 orang, dengan kedatangan sebanyak 23.939 penumpang.
Volume keberangkatan dan kedatangan penumpang hari ini lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, yakni 52.008 orang (keberangkatan) dan 26.935 orang (kedatangan).
Pada masa Angkutan Lebaran tahun ini yang berlangsung sejak 11 Maret sampai dengan 1 April 2026, KAI menyediakan total kapasitas tempat duduk sebanyak 1.076.196 kursi.
"Total tiket terjual/dipesan 719.988 tiket. Rata-rata okupansi (keterisian tempat duduk) sementara sekitar 67 persen,” ujar Franoto.
Baca juga: Kemnaker turunkan tim K3 periksa kesehatan pengemudi bus
Franoto menyampaikan, periode penjualan tertinggi terjadi pada 11–20 Maret (mudik/pra-lebaran) dengan total sebanyak 468.795 tiket telah terjual/ dipesan oleh masyarakat.
Adapun tanggal dengan penjualan tertinggi yakni 14 Maret sebanyak 51.128 tiket, 15 Maret (52.008 tiket), 16 Maret (51.584 tiket). Kemudian, 17 Maret (49.557 tiket), 18 Maret (49.507 tiket), 19 Maret (49.203 tiket), dan 20 Maret (49.219 tiket).
Baca juga: Sepeda motor mendominasi kendaraan masuk DIY saat awal arus mudik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hindari macet, pemudik pilih gunakan kereta untuk pulang kampung
