Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) berpesan kepada para pendekar pencak silat untuk senantiasa membela kebenaran, kaum lemah, dan pihak yang tertindas.
"Kesatria, pendekar selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, Selalu membela keadilan, selalu membela kebenaran. Pendekar selalu berada di jalan yang baik, jalan yang lurus," kata Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu.
Dalam sambutannya, Presiden menekankan seorang pendekar harus menjunjung nilai kesopanan sebagai bagian dari budaya, serta memiliki keberanian tanpa disertai sikap sombong.
Pendekar juga diingatkan agar menjaga perilaku, baik dalam tutur kata maupun sikap, serta berada di jalan yang baik dan lurus.
Prabowo menyampaikan ajaran tersebut merupakan nilai yang diwariskan oleh para guru pencak silat, maupun guru dari berbagai aliran bela diri yang pernah dipelajarinya. Ilmu bela diri, menurutnya, ditujukan untuk membela diri, keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
"Semua guru mengajarkan ilmu ini adalah untuk membela diri, membela Keluargamu, membela desamu, membela masyarakatmu, membela bangsamu," katanya.
Lebih lanjut, Presiden juga menyinggung sejarah panjang bangsa Indonesia yang kerap mengalami gangguan dari bangsa asing karena kekayaan alam yang dimiliki.
Prabowo menggambarkan karakter masyarakat Indonesia yang ramah dan terbuka terhadap tamu, namun pada akhirnya harus melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang datang dan tidak kembali.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengulas perjalanan pencak silat yang sempat dilarang pada masa penjajahan, sehingga latihan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di berbagai tempat seperti desa, bukit, dan surau.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pencak silat pernah dipandang sebagai olahraga kampung.
"Makanya pencak silat itu sempat dianggap olah raga kampung karena penjajah di kota dilarang, jadi yang belajar pencak silat ya cari desa, cari kampung, cari gunung. Latihannya diam-diam, ilmunya diam-diam, banyak ilmu yang nggak boleh dilihat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keputusan untuk tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI setelah berkecimpung selama sekitar 34 tahun di organisasi tersebut.
Dirinya menyatakan akan tetap mendukung pencak silat, baik dengan maupun tanpa jabatan.
Presiden juga menyampaikan permintaan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke ajang Olimpiade. Namun, Prabowo optimis kepengurusan selanjutnya akan mampu mewujudkan hal tersebut.
"Saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke Olimpiade, saya yakin. Saya tidak tahu apa sudah ada bayangan siapa yang saudara akan pilih sebagai pengganti saya. Saya sarankan coba dicari calon yang terbaik," pungkasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo berpesan ke pendekar silat bela kebenaran dan kaum lemah
