Logo Header Antaranews Jogja

KA dari Jakarta ke Surabaya terdampak insiden di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 06:17 WIB
Image Print
Sejumlah petugas dan warga mengevakuasi korban kecelakaan commuter line (KRL) yang bertabrakan dengan kereta jarak jauh di stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). ANTARA/Pradita Kurniawansyah

Surabaya (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya menyatakan bahwa sejumlah perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Surabaya, Jawa Timur terdampak insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan keterlambatan maupun gangguan perjalanan dialami kereta api yang berangkat dari stasiun awal setelah keberangkatan KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami insiden.

“Kedatangan KA, keberangkatan (dari) Jakarta menuju Surabaya beberapa terdampak,” ujar Mahendro saat dikonfirmasi ANTARA di Surabaya, Senin.

Namun demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah perjalanan yang terdampak akibat kejadian tersebut.

“Masih dihimpun,” ucapnya.

Baca juga: KAI berkomitmen beri kompensasi kepada korban kecelakaan KA di Bekasi

Baca juga: Kronologi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur yang berdampak pada perjalanan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujarnya.

KAI juga menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian.






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Daop 8: KA dari Jakarta ke Surabaya terdampak insiden di Bekasi



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026