
Kemenhub mendukung inovasi distribusi logistik lewat pesawat tanpa awak

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung inovasi distribusi logistik nasional lewat pesawat tanpa awak (drone kargo) sebagai solusi efisien dengan memanfaatkan teknologi masa kini.
"Kehadiran drone kargo skala besar ini membuka peluang baru dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional,” kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Hubud Kemenhub Sokhib Al Rokhman dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan Sertifikat Tipe Validasi (Validation Type Certificate/VTC) untuk pesawat udara tanpa awak (Unmanned Aircraft System/UAS) model HY100 kepada manufaktur asal China, Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd.
Lebih lanjut Sokhib menegaskan penerbitan VTC untuk Model HY100 menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem penerbangan tanpa awak di Indonesia.
“Kami memastikan seluruh proses sertifikasi berjalan secara komprehensif, mulai dari evaluasi desain, uji sistem, hingga uji terbang, sehingga aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama," ujar Sokhib.
Ditjen Perhubungan Udara melalui tim ahli kelaikudaraan sebelumnya telah melaksanakan misi Validation Type Certification secara langsung di fasilitas Ursa Aeronautical Technology di Shihezi China pada 3 hingga 15 Maret 2026.
Tim melakukan serangkaian uji dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan desain, spesifikasi, serta operasional sistem UAS HY100 memenuhi standar keselamatan penerbangan nasional.
Penerbitan VTC ini, lanjutnya, menjadi pencapaian penting sebagai sertifikasi tipe validasi pertama untuk large cargo drone di Indonesia. Proses sertifikasi tersebut menegaskan kesiapan regulator dalam mengakomodasi perkembangan teknologi penerbangan yang semakin maju.
Dengan kapasitas muatan hingga 1,9 ton, drone HY100 berpotensi mentransformasi sektor logistik nasional. Teknologi itu mampu mempercepat distribusi rantai pasok, menjangkau wilayah terpencil, serta meningkatkan efisiensi operasional industri logistik.
"Ke depan, Ditjen Perhubungan Udara akan terus mengawal tahap operasional serta memastikan seluruh pengembangan inovasi drone dan advanced air mobility tetap memenuhi standar keselamatan dan regulasi penerbangan yang berlaku," tuturnya.
Sebagai langkah mitigasi dan tahapan awal pengoperasiannya, operasional dari HY100 akan difokuskan terlebih dahulu di dalam ruang udara yang terpisah (segregated airspace).
Berdasarkan hasil evaluasi teknis yang telah dilakukan, Ditjen Perhubungan Udara telah memetakan kebutuhan operasional tersebut dan saat ini tengah menyiapkan perangkat regulasi lanjutan yang secara khusus mengakomodasi karakteristik pengoperasian teknologi baru ini.
"Langkah proaktif ini diambil guna memastikan bahwa inovasi mutakhir tersebut dapat diimplementasikan dengan aman dan terkendali, tanpa mengesampingkan standar keselamatan ruang udara nasional secara menyeluruh," imbuh Sokhib.
Kemenhub terus memperkuat komitmennya dalam mengawal inovasi teknologi penerbangan di Indonesia. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) menyelenggarakan prosesi penyerahan sertifikat tersebut di Tangerang.
Adapun penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Kepala Subdirektorat Operasi Pesawat Udara DKPPU Ditjen Hubud Kemenhub Reymon Palapa kepada perwakilan Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd. Yuting Ping.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhub dukung inovasi distribusi logistik lewat pesawat tanpa awak
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
