Logo Header Antaranews Jogja

Indosat perkuat jaringan 5G untuk dukung Jogja 10K

Minggu, 3 Mei 2026 06:51 WIB
Image Print
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat infrastruktur jaringan 5G untuk mendukung penyelenggaraan ajang lari “Jogja 10K Powered by Indosat 5G” yang digelar di Kota Yogyakarta, Minggu (3/5). (ANTARA/Aufa Ulya Fithrin)

Yogyakarta (ANTARA) - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat infrastruktur jaringan 5G untuk mendukung penyelenggaraan ajang lari “Jogja 10K Powered by Indosat 5G” yang digelar di Kota Yogyakarta, Minggu (3/5).

Head of Technology Central Java Sugeng Rumawan mengatakan pihaknya telah melakukan optimasi jaringan 5G di 29 titik strategis yang mencakup seluruh rute lomba hingga pusat-pusat keramaian di Yogyakarta.

“Optimasi mencakup titik-titik ikonik seperti Titik Nol, Jalan Malioboro, Stasiun Tugu, dan pusat perbelanjaan. Kami juga melakukan pre-test berulang untuk memastikan perpindahan sinyal antar BTS 5G berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan penguatan jaringan tersebut tidak hanya dilakukan untuk mendukung kelancaran acara, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat Yogyakarta.

“Hingga saat ini terdapat 311 BTS 5G yang telah menjangkau 24 kecamatan, dan kapasitasnya akan terus kami tingkatkan,” katanya.

Sementara itu, SVP Head of Growth Java Indosat Adiyanto Adhi Kusumo menyebut kehadiran jaringan 5G memberikan pengalaman berbeda bagi pelari dan pengunjung, terutama dalam aktivitas digital selama dan setelah lomba.

“Sekarang olahraga tidak lepas dari kebutuhan berbagi di media sosial, penggunaan aplikasi seperti Strava, hingga Smartwatch. Semua itu membutuhkan koneksi yang stabil agar proses unggah bisa real-time dan tetap lancar,” ujarnya.

Menurut dia, jaringan 5G memungkinkan peserta tetap terhubung, baik untuk mengunggah momen maupun menggunakan aplikasi olahraga secara bersamaan tanpa hambatan.

Project Director Jogja 10K Sentanu Wahyudi mengatakan Jogja 10K tahun ini mengusung konsep integrasi antara olahraga, pariwisata, dan digitalisasi.

“Kami menghadirkan konsep gamification dan pengalaman digital, di mana peserta bisa langsung mengakses dokumentasi kegiatan berupa cloud bahkan sebelum mencapai garis finis, lalu membagikannya secara real-time,” katanya.

Ia menambahkan dukungan jaringan yang andal juga menjadi faktor penting dalam mendukung koordinasi di lapangan, termasuk aspek keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Komunikasi yang cepat dan stabil sangat dibutuhkan, terutama dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 9.000 orang,” ujarnya.

Sentanu menilai kehadiran jaringan 5G dapat mendorong promosi pariwisata Yogyakarta melalui konten digital yang dibagikan peserta selama acara berlangsung.

Dengan dukungan tersebut, Jogja 10K diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana memperkuat daya tarik sport tourism berbasis teknologi di Yogyakarta.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026