Logo Header Antaranews Jogja

Iran serahkan usulan perdamaian 14 poin demi akhiri perang dengan AS

Minggu, 3 Mei 2026 08:26 WIB
Image Print
Ilustrasi: Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency/pri.

Moskow (ANTARA) - Iran telah menyerahkan usulan rencana perdamaian yang terdiri dari 14 poin, termasuk ganti rugi dan "mekanisme pelayaran baru" di Selat Hormuz demi menghentikan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Adapun IRNA melaporkan bahwa pada 30 April usulan perdamaian dari Teheran tersebut telah diserahkan kepada Pakistan.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, AS mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan, tetapi Iran bersikukuh agar semua isu diselesaikan dalam 30 hari supaya fokusnya menjadi mengakhiri perang secara penuh alih-alih sekadar memperpanjang gencatan senjata.

Tuntutan utama Teheran antara lain ganti rugi, jaminan agresi militer tak akan terjadi lagi, serta penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran.

Terkait Selat Hormuz, Iran mendesak agar blokade diakhiri serta mengatakan akan menetapkan "mekanisme baru" terkait lalu lintas perkapalan di sana.

Iran juga menuntut pencairan semua asetnya di luar negeri serta pencabutan sanksi.

Pada 28 Februari AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menyebabkan lebih dari 3.000 orang tewas. Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.

Negosiasi untuk mengakhiri konflik kemudian berlangsung di Islamabad (Pakistan), tetapi belum berhasil mencapai kesepakatan yang diharapkan. Para mediator terus berupaya agar babak baru perundingan kembali dilaksanakan.

Sementara itu meski belum ada laporan kedua pihak melancarkan aksi saling serang baru, AS justru mulai melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026