Logo Header Antaranews Jogja

Happy Salma menyoroti kekuatan perempuan dalam 'Mothers Are Mothering'

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Image Print
Aktris Happy Salma (kiri bawah ke-2) dalam konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Farika Nur Khotimah

Jakarta (ANTARA) - Aktris Happy Salma menilai film pendek “Mothers Are Mothering” menghadirkan perspektif berbeda tentang karakter perempuan yang tidak selalu ditempatkan sebagai korban.

“Saya beberapa tahun terakhir sering memainkan kisah perempuan yang menderita atau menjadi korban. Tapi mungkin di sini ada yang berbeda, bisa saja dia menjadikan dirinya korban atas kehendaknya sendiri. Tapi di sini dia memberikan warna yang luar biasa. Dan bisa memperlihatkan bagaimana kekuatan perempuan dengan sisi-sisi yang lain,” kata Happy dalam konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa.

Happy mengaku tertarik dengan pendekatan cerita yang memberi ruang bagi kompleksitas karakter perempuan.

Film “Mothers Are Mothering” merupakan salah satu dari empat film pendek yang akan tayang perdana dalam program La Semaine de la Critique pada Festival Film Cannes 2026. Film ini disutradarai oleh Khozy Rizal bersama sineas Singapura Lam Li Shuen.

Happy menyebut proses produksi film tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para pemain, karena adanya ruang eksplorasi dalam membangun karakter.

Ia juga mengapresiasi pendekatan penyutradaraan yang dinilainya telah terkonsep dengan matang, mulai dari pembangunan adegan hingga ritme visual.

“Mereka sudah seperti punya orkestrasi sendiri di setiap adegan. Kita tahu harus melakukan apa, tapi tetap diberi kebebasan untuk memberi warna dalam peran,” ujarnya.

Dalam film ini, Happy beradu peran dengan Asmara Abigail. Ia mengaku menikmati dinamika kerja sama di lokasi syuting yang terasa seperti ruang bermain kreatif bagi para aktor.

Menurut Happy, keterlibatan berbagai sineas dan rumah produksi dalam proyek ini mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam industri film Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

“Ini seperti silaturahmi sinema. Banyak pihak terlibat dan saling terhubung,” katanya.

Program Next Step Studio Indonesia mempertemukan sineas Indonesia dengan pembuat film dari Asia Tenggara untuk memproduksi empat film pendek yang akan dipresentasikan di panggung internasional.

Selain “Mothers Are Mothering”, film lain yang terlibat dalam program ini adalah “Holy Crowd”, “Original Wound”, dan “Annisa”.

"Dan ini mungkin akan menjadi wajah kita di dunia," tambahnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Happy Salma soroti kekuatan perempuan dalam 'Mothers Are Mothering'



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026