Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah menguat seiring aksi ambil untung terhadap dolar AS

Rabu, 13 Mei 2026 17:21 WIB
Image Print
Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj/am.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat jadi Rp17.476 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.529 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai penguatan rupiah disebabkan aksi ambil untuk terhadap dolar AS pasca mengalami penguatan cukup tajam.

“Penguatan rupiah terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) terhadap dolar AS setelah sebelumnya mengalami penguatan cukup tajam pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Tercatat, tingkat inflasi tahunan AS mencapai level tertinggi pada bulan April 2026 sejak Mei 2023, yakni 3,8 persen, sebagaimana dilaporkan Anadolu. Ekspektasi pasar berada di angka 3,7 persen untuk bulan April, sementara angka bulan Maret 2026 di posisi 3,3 persen.

Investor juga disebut cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu rilis data inflasi produsen AS (Producer Price Index) serta perkembangan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar global.

“Di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah, sebagian pelaku pasar mulai melakukan reposisi aset sehingga tekanan terhadap mata uang emerging market sedikit berkurang,” ungkap Amru.

Meninjau dari dalam negeri, rupiah memperoleh dukungan dari optimisme pasar terhadap langkah Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan tetap aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan obligasi.

Selain itu, lanjut dia, muncul spekulasi bahwa BI berpotensi melakukan penyesuaian suku bunga untuk menjaga daya tarik aset domestik serta meredam tekanan arus keluar modal asing.

“Sentimen positif lainnya berasal dari upaya pemerintah dalam memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik, termasuk menjaga likuiditas dan stabilisasi pasar surat utang. Meski demikian, pergerakan rupiah ke depan masih diperkirakan fluktuatif karena pasar tetap mencermati arah kebijakan The Fed, arus modal asing, dan perkembangan risiko geopolitik global,” ungkap dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.496 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.514 per dolar AS.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring aksi ambil untung terhadap dolar AS



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026