
Sinner prioritaskan pemulihan sebelum fokus ke French Open

Jakarta (ANTARA) - Jannik Sinner memilih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan menikmati momen kemenangan di Roma sebelum mengalihkan fokus secara penuh ke French Open.
Petenis nomor satu dunia itu baru saja menorehkan sejarah setelah menjuarai Italian Open 2026, sekaligus menjadi petenis Italia pertama yang memenangi turnamen Masters 1000 di Roma sejak Adriano Panatta pada 1976.
"Prioritasnya adalah memulihkan diri sebaik mungkin dalam dua hingga tiga hari ke depan," kata Sinner dikutip dari ATP, Selasa.
Ia mengatakan belum akan menjalani banyak latihan dalam waktu dekat dan ingin memanfaatkan waktu bersama keluarga sebelum bertolak ke Paris untuk persiapan Roland Garros.
Sinner diperkirakan mulai kembali menjalani persiapan pada akhir pekan ini menjelang tampil di Roland Garros, turnamen Grand Slam kedua musim ini.
"Tidak akan ada banyak latihan, tenis, nol. Secara fisik, saya dan tim saya perlu memeriksanya," ujar petenis berusia 24 tahun itu.
"Saya juga ingin bersama keluarga saya saat ini. Melepaskan diri dari tenis, lalu mulai Kamis dan seterusnya, saya pikir saya akan berada di Paris, mempersiapkan diri, dan kita akan lihat bagaimana hasilnya. Untuk saat ini, istirahat sangat penting."
Selain mengakhiri penantian panjang publik tuan rumah, kemenangan di Roma juga melengkapi koleksi sembilan gelar ATP Masters 1000 milik Sinner atau menuntaskan Career Golden Masters -- hanya ia dan Novak Djokovic yang menyandang predikat tersebut.
Sepanjang musim ini, ia sebelumnya juga sukses menjuarai Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid.
Sinner mengaku kemenangan di Roma memiliki makna emosional tersendiri karena diraih di depan pendukung sendiri.
"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk melengkapi koleksi ini," kata Sinner.
"Bagi orang Italia, ini salah satu tempat paling spesial untuk bermain tenis. Bisa menang di sini sangat berarti bagi saya."
Meski tampil sebagai unggulan utama, Sinner mengaku sempat merasakan tekanan besar pada laga final. Ia bahkan kehilangan servis pada awal pertandingan sebelum mampu bangkit dan mengendalikan permainan.
"Ada banyak ketegangan dan momen sulit, terutama secara mental. Saya senang bisa tetap tenang dan meraih pencapaian ini," ujar Sinner.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
