
Apel kesiapsiagaan digelar untuk memperingati 20 tahun gempa Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan di Lapangan Garuda, Candi Prambanan, Sabtu, dalam rangkaian peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Lilik Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta merupakan upaya untuk memperkuat memori kolektif masyarakat mengenai gempa bumi besar yang pernah mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat memori kolektif bangsa mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana," katanya.
Ia mengatakan bahwa apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan hari ini merupakan wujud sinergi seluruh unsur pentahelix, yang mencakup pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan warga, dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Andre Notohamijoyo mengatakan, apel dan gelar peralatan merupakan bagian dari implementasi gerakan "KitaTangguh."
Ia menyampaikan bahwa gerakan "KitaTangguh" memiliki tiga pilar besar, yakni Budaya Tangguh, Kolaborasi Tangguh, dan Dasbor Tangguh.
Budaya Tangguh mencakup upaya untuk menanamkan kesadaran bahwa memahami risiko bencana tidak cukup mengetahui ancaman, tetapi juga mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari.
Kolaborasi Tangguh ditujukan untuk membangun dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi maupun penanggulangan bencana.
Dasbor Tangguh mencakup pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana.
"Kita membutuhkan data dan teknologi untuk memantau, menganalisis, dan merespons risiko secara lebih presisi dan cepat," kata Andre.
"Sistem terintegrasi ini bukan hanya alat pemantau, tetapi juga penggerak edukasi dan tindakan kolektif, sehingga ketangguhan dapat dibangun secara menyeluruh dari pusat hingga daerah," katanya.
Ia mengatakan bahwa peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat memori tentang gempa yang melanda Yogyakarta menjadikannya sebagai pelajaran berharga.
"Pada intinya ketangguhan bencana sebagai budaya bersama untuk mewujudkan kekuatan kolektif bangsa harus diperkuat. Ke depan Indonesia tidak hanya mampu menghadapi bencana, tetapi mampu bangkit dan pulih lebih cepat," katanya.
Dia mengemukakan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan peralatan, dan sistem peringatan dini yang lebih responsif dan adaptif dalam upaya untuk menekan dampak bencana.
Selain itu, pelaksanaan upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana membutuhkan sinergi lintas sektor dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Apel kesiapsiagaan digelar untuk peringati 20 tahun gempa Yogyakarta
Pewarta : V001
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
