Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta bersama unsur TNI dan instansi terkait di Kabupaten Bantul menggelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana menghadapi potensi bencana alam dampak cuaca ekstrem pada libur akhir tahun 2025.
"Hari ini kita tidak hanya seremonial melakukan apel kesiapsiagaan bencana, tetapi langsung menerjunkan personel ke titik-titik rawan," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul AKBP Novita Eka Sari pada apel tersebut di Bantul, Sabtu.
Apel yang dipusatkan di Kelurahan Srigading, Kecamatan Sanden tersebut fokus pada mitigasi risiko pohon tumbang yang mengancam keselamatan masyarakat.
Menurut dia, bahwa sinergi antar instansi terkait adalah kunci utama dalam percepatan penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bantul.
Baca juga: Kemendikbudristek ungkap edugames bangun kesiapsiagaan bencana pada siswa di tanah air
"Fokus utama kami adalah membantu masyarakat dan melakukan evakuasi pohon tumbang yang berpotensi menghambat akses jalan maupun membahayakan pemukiman," katanya.
Menurut dia, puluhan personel yang diterjunkan dibagi ke dalam empat tim strategis untuk menyisir wilayah Kelurahan Srigading, Sanden.
Untuk wilayah Dusun Celep, diterjunkan anggota Sat Samapta Polres Bantul yang berjumlah 25 personel, kemudian wilayah Dusun Tinggen diterjunkan anggota Sat Brimob berjumlah 18 personel di bawah pimpinan Ipda Hariyadi.
Untuk wilayah Dusun Ngunanunan, personel yang dilibatkan merupakan sinergi antara TNI AL 10 personel, dan TNI AD 12 personel, kemudian Dusun Kalijuran diterjunkan personel gabungan PMI dan BPBD Bantul 20 personel.
Baca juga: Kepala BNPB meminta seluruh daerah siap siaga antisipasi banjir-longsor
Menurut dia, proses evakuasi pohon-pohon yang rawan tumbang di empat dusun wilayah Srigading Sanden tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan aman. Arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di lokasi terpantau normal.
"Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan situasi di lapangan sangat kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat adanya potensi bahaya bencana di lingkungan sekitar," katanya.
