
Danrem: Pancasila jadi fondasi kebijakan dukung perdamaian dunia

Yogyakarta (ANTARA) - Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menyatakan Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, tetapi fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
"Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik," kata Danrem membacakan sambutan Kepala BPIP pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Sleman, DIY, Senin.
Menurut dia, hal itu sejalan dengan tema Hari Lahir Pancasila 2026 yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", yang menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Danrem mengatakan Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia, karena sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Kemudian sebagai bangsa yang besar, lanjut dia, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata.
"Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," katanya.
Pemerintah Indonesia, kata dia, menginginkan agar dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Dia juga mengatakan di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
Dalam hal ini, lanjutnya, Pancasila adalah 'jangkar moral' bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
"Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
