Jogja  (ANTARA Jogja) - Empat ruas jalan utama di Kota Yogyakarta akan ditutup dan lalu lintas dialihkan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat prosesi Grebeg Maulud,  Kamis (24/1).

"Penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas dilakukan selama empat jam mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB," kata Kepala Bidang Operasional Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Udiyono di Yogyakarta, Selasa.

Keempat ruas jalan yang akan ditutup tersebut adalah Jalan Malioboro, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Sultan Agung dan Jalan Suryotomo.

Menurut Udiyono, penutupan keempat ruas jalan tersebut ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan karena diperkirakan akan ada ribuan orang yang akan menghadiri prosesi grebeg tersebut.

Ruas Jalan Malioboro akan ditutup dari depan Malioboro Mall dan arus lalu lintas dari utara dialihkan ke timur melalui Jalan Perwakilan.

Ruas Jalan KH Ahmad Dahlan akan ditutup di simpang tiga Rumah Sakit PKU Muhammadiyah sehingga arus lalu lintas dari arah barat dialihkan ke utara melalui Jalan Bhayangkara.

Di ruas Jalan Suryotomo, arus lalu lintas akan ditutup mulai dari simpang empat Suryatmajan dan arus lalu lintas dialihkan ke timur melalui Jalan Juminahan.

Sedang di Jalan Sultan Agung akan dilakukan penutupan mulai dari simpang empat Pasar Sentul sehingga arus lalu lintas dari selatan dan timur akan dialihkan melalui Jalan Dr. Sutomo.

Pada prosesi grebeg tahun ini, selain dibawa untuk diperebutkan di Masjid Besar Kauman, ada dua gunungan yang akan diarak ke Komplek Kepatihan dan Puro Pakualaman untuk diperebutkan oleh warga.

Rute yang akan dilalui oleh gunungan yang akan dibawa ke Komplek Kepatihan adalah dari Alun-Alun Utara melalui Jalan Trikora-Jalan Jenderal Ahmad Yani-Jalan Malioboro menuju ke Kepatihan.

Sedangkan rute yang akan dilalui untuk gunungan ke Puro Pakualaman adalah dari Alun-Alun Utara-Jalan Trikora-Jalan Senopatoi dan berakhir di Puro Pakualaman.

Sehari sebelum prosesi grebeg, pada Rabu (23/1) malam akan digelar "kondur gongso" atau kembalinya gamelan yang sudah sepekan ditabuh di halaman Masjid Gede Kauman ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Penutupan secara resmi pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) akan dilakukan dalam prosesi `bedol songsong` yang digelar di Pagelaran Keraton pada Kamis (24/1) malam," kata Koordinator Seksi Publikasi PMPS Tri Hastono.
(E013)