MA'ruf Amin dukung kebijakan mobil nasional Jokowi
Minggu, 14 Oktober 2018 14:27 WIB
Cawapres Nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin tiba di Ponpes Krapyak Yogyakarta, Minggu (14/10) (Foto Antara/Hery Sidik) (Foto Antara/Hery Sidik/)
Bantul (Antaranews Jogja) - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang kembali menggelorakan semangat untuk bisa membangun industri mobil nasional buatan anak bangsa.
"Saya kira bagus mobil nasional itu," kata Ma'ruf menanggapi pertanyaan wartawan mengenai mobil nasional usai berkunjung ke Pondok Pesantrean (Ponpes) Krapyak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) , Minggu.
Semangat tersebut dikobarkan Jokowi saat menghadiri pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Tangerang beberapa waktu lalu. Mobil Esemka sempat di gadang-gadang akan menjadi cikal bakal mobil nasional.
Ma'ruf pun kemudian sepakat untuk menumbuhkan industri mobil nasional agar Tanah Air memiliki mobil buatan anak bangsa itu. "Kita seharusnya mencoba mempunyai mobil nasional," kata Ma'ruf.
Ditanya mengenai program ekonomi lainnya yang digelorakan Jokowi, Ma'ruf juga menyepakati, bahkan harus dimaksimalkan potensinya agar bisa semakin memajukan perekonomian bangsa Indonesia.
"Saya kira sepakat dengan beliau (Presiden Jokowi) bagaimana landasan, patok-patok yang diletakkan Pak Jokowi itu itu bisa kita berikan nilai tambah, kita maksimalkan nilai tambah," kata Ma'ruf.
"Sehingga nanti menjadi potensi yang besar, dan saya yakin apabila bisa manfaatkan dengan baik Indonesia akan melakukan lompatan-lompatan besar," katanya.
Ma'ruf Amin mengatakan mengenai pemberdayaan ekonomi bangsa Indonesia ke depan bahwa masing-masing pihak yang akan berkontestasi dalam Pemilu dan Pilpres 2019 memiliki program dalam memajukan bangsa ini.
"Masing-masing punya program, silahkan, tidak usah menjelekkan, tidak usah memaki-maki maupun mendiskreditkan, masing-masing jualan programnya, jualan tokohnya," katanya.
"Saya kira bagus mobil nasional itu," kata Ma'ruf menanggapi pertanyaan wartawan mengenai mobil nasional usai berkunjung ke Pondok Pesantrean (Ponpes) Krapyak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) , Minggu.
Semangat tersebut dikobarkan Jokowi saat menghadiri pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Tangerang beberapa waktu lalu. Mobil Esemka sempat di gadang-gadang akan menjadi cikal bakal mobil nasional.
Ma'ruf pun kemudian sepakat untuk menumbuhkan industri mobil nasional agar Tanah Air memiliki mobil buatan anak bangsa itu. "Kita seharusnya mencoba mempunyai mobil nasional," kata Ma'ruf.
Ditanya mengenai program ekonomi lainnya yang digelorakan Jokowi, Ma'ruf juga menyepakati, bahkan harus dimaksimalkan potensinya agar bisa semakin memajukan perekonomian bangsa Indonesia.
"Saya kira sepakat dengan beliau (Presiden Jokowi) bagaimana landasan, patok-patok yang diletakkan Pak Jokowi itu itu bisa kita berikan nilai tambah, kita maksimalkan nilai tambah," kata Ma'ruf.
"Sehingga nanti menjadi potensi yang besar, dan saya yakin apabila bisa manfaatkan dengan baik Indonesia akan melakukan lompatan-lompatan besar," katanya.
Ma'ruf Amin mengatakan mengenai pemberdayaan ekonomi bangsa Indonesia ke depan bahwa masing-masing pihak yang akan berkontestasi dalam Pemilu dan Pilpres 2019 memiliki program dalam memajukan bangsa ini.
"Masing-masing punya program, silahkan, tidak usah menjelekkan, tidak usah memaki-maki maupun mendiskreditkan, masing-masing jualan programnya, jualan tokohnya," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Nusron Antar Undangan Upacara Peringatan HUT 80 Tahun Kemerdekaan RI untuk Wapres ke-13 K.H. Ma'ruf Amin
14 August 2025 15:57 WIB
MPR mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin
20 October 2024 11:21 WIB, 2024
Wapres Ma'ruf sebut sudah tak tempati rumah dinas menjelang purnatugas
17 October 2024 16:20 WIB, 2024
Wapres Ma'ruf Amin habiskan malam minggu di Istana Kepresidenan Cipanas
13 October 2024 6:14 WIB, 2024
Presiden Jokowi tak hadiri KTT ASEAN karena urusan menjelang akhir pemerintahan
09 October 2024 11:37 WIB, 2024
Respons soal transisi, Wapres nilai Gibran sudah ngerti dan bekas Wali kota
11 September 2024 18:37 WIB, 2024
Wapres tegaskan perempuan dan anak berperan putus mata rantai terorisme di Indonesia
19 August 2024 17:06 WIB, 2024