Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BPD DIY menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama mewujudkan ekosistem digital di Pasar Prawirotaman Yogyakarta dalam bentuk dukungan transaksi digital dan pelayanan publik.

“Akan ada banyak pelayanan transaksi berbasis digital yang bisa diakses di Pasar Prawirotaman Yogyakarta. Oleh karenanya, kami membutuhkan dukungan untuk mewujudkannya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Senin.

Jalinan kerja sama dengan BPD DIY untuk mewujudkan ekosistem di pasar rakyat yang baru selesai direnovasi tersebut berlangsung selama 60 bulan terhitung sejak penandatangan kerja sama tersebut.

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 619 pedagang Pasar Prawirotaman akan dilengkapi dengan “Quick Response Code Indonesian Standard” (QRIS) sehingga pedagang bisa melayani transaksi pembelian menggunakan uang elektronik.

“Di tiap los pedagang akan dilengkapi dengan QRIS. Nantinya, konsumen cukup memindai QR Code yang sudah ada dan melakukan pembayaran secara digital sesuai nilai transaksi,” katanya.

Yunianto menambahkan, QRIS yang disiapkan bisa digunakan untuk berbagai jenis uang elektronik sehingga akan semakin memudahkan pembeli untuk bertransaksi.

Selain itu, pasar juga akan dilengkapi dengan Mobile Point of Sale (MPOS) atau alat yang berfungsi untuk menerima transaksi pembayaran yang sifatnya nontagihan dari berbagai channel pembayaran. MPOS bisa diakses menggunakan uang elektronik BPD DIY, Jackcard.

Selain itu, juga akan disediakan gerai anjungan tunai mandiri (ATM) dari BPD DIY untuk memudahkan pedagang mengecek rekening atau melakukan transaksi keuangan lainnya.

“Dengan menerapkan transaksi secara digital, maka pedagang pun akan semakin teredukasi meskipun layanan pembayaran secara tunai tetap bisa dilakukan. Namun, kami berharap agar seluruh kegiatan transaksi di pasar ini diutamakan untuk transaksi digital,” katanya.

Menurut dia, transaksi digital memiliki berbagai kelebihan seperti keamanan pedagang karena uang akan langsung masuk ke rekening dan merupakan salah satu upaya mencegah penularan virus corona di lingkungan pasar tradisional.

“Tidak lagi pakai uang kertas yang bisa berpindah ke banyak tangan sehingga meningkatkan risiko penularan virus di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Sedangkan pelayanan berbasis digital yang bisa diakses di Pasar Prawirotaman adalah penyediaan gerai Samsat untuk melayani pembayaran pajak kendaraan yang juga bisa dilakukan dengan transaksi digital.

Sebelumnya, Kepala BPD DIY Cabang Senopati Yogyakarta Sumarno mengatakan, penyediaan layanan transaksi digital merupakan upaya untuk memperluas literasi transaksi digital untuk pedagang dan masyarakat.

“Pedagang akan memiliki rekening. Uang yang dibayarkan melalui transaksi digital pun akan masuk secara ‘real time’ ke rekening pedagang,” katanya.

Pasar Prawirotaman yang kini disulap menjadi bangunan empat lantai tersebut akan diresmikan operasionalnya pada awal Desember.

Selain difungsikan untuk kegiatan jual beli bahan kebutuhan pokok, lantai empat pasar akan difungsikan untuk pengembangan ekonomi kreatif.


Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024