Disdikpora Kulon Progo mengusulkan uji sampel usap PCR siswa SMP
Senin, 25 Oktober 2021 13:37 WIB
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo. ANTARA/Sutarmi
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan adanya uji sampel usap PCR kepada siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka.
"Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kulon Progo agar dilakukan uji sampel usap PCR di sekolah jenjang SMP maupun SD untuk memastikan bahwa PTM berjalan lancar, taat protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo di Kulon Progo, Minggu.
Ia mengatakan total sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kulon Progo untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 62 dari total 65 SMP, sedangkan jenjang SD sebanyak 260 dari 338 SD.
Menurut dia, sekolah yang diusulkan untuk uji sampel, yakni sekolah yang berada di wilayah perkotaan, terlebih, sekolah yang jumlah muridnya tidak sedikit.
Pengawasan protokol pencegahan penularan COVID-19 di sekolah yang berada di wilayah perkotaan memang tidak mudah, seperti SMP Negeri 1 Wates, SMP Negeri Pengasih, SMP unggulan, SD Negeri Brosot, SD Negeri 4 Wates.
"Kami prioritaskan untuk sekolah yang berada di zona kuning," kata Arif.
Arif menyerahkan sepenuhnya jadwal pelaksanaan uji sampel swab dengan menggunakan metode PCR di sejumlah sekolah kepada Dinas Kesehatan Kulon Progo sebagai leading sektor penanganan pandemi COVID-19.
"Semoga dapat segera dilaksanakan uji sampel usap PCR bagi sekolah yang melaksanakan PTM," harapnya.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi penularan COVID-19 di lingkungan sekolah yang mampu menimbulkan potensi klaster COVID-19.
"Masing-masing sekolah yang telah mendapatkan izin untuk menggelar PTM diharapkan melakukan asesmen kepada tenaga pendidik maupun siswa secara aktif," katanya.
Ia mengatakan upaya mengantisipasi terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan sekolah menjadi prioritas utama dari gugus tugas penanganan COVID-19 Kulon Progo.
"Kami mengharapkan agar sekolah mampu melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan siswa maupun tenaga pengajar," katanya.
"Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kulon Progo agar dilakukan uji sampel usap PCR di sekolah jenjang SMP maupun SD untuk memastikan bahwa PTM berjalan lancar, taat protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo di Kulon Progo, Minggu.
Ia mengatakan total sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kulon Progo untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 62 dari total 65 SMP, sedangkan jenjang SD sebanyak 260 dari 338 SD.
Menurut dia, sekolah yang diusulkan untuk uji sampel, yakni sekolah yang berada di wilayah perkotaan, terlebih, sekolah yang jumlah muridnya tidak sedikit.
Pengawasan protokol pencegahan penularan COVID-19 di sekolah yang berada di wilayah perkotaan memang tidak mudah, seperti SMP Negeri 1 Wates, SMP Negeri Pengasih, SMP unggulan, SD Negeri Brosot, SD Negeri 4 Wates.
"Kami prioritaskan untuk sekolah yang berada di zona kuning," kata Arif.
Arif menyerahkan sepenuhnya jadwal pelaksanaan uji sampel swab dengan menggunakan metode PCR di sejumlah sekolah kepada Dinas Kesehatan Kulon Progo sebagai leading sektor penanganan pandemi COVID-19.
"Semoga dapat segera dilaksanakan uji sampel usap PCR bagi sekolah yang melaksanakan PTM," harapnya.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi penularan COVID-19 di lingkungan sekolah yang mampu menimbulkan potensi klaster COVID-19.
"Masing-masing sekolah yang telah mendapatkan izin untuk menggelar PTM diharapkan melakukan asesmen kepada tenaga pendidik maupun siswa secara aktif," katanya.
Ia mengatakan upaya mengantisipasi terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan sekolah menjadi prioritas utama dari gugus tugas penanganan COVID-19 Kulon Progo.
"Kami mengharapkan agar sekolah mampu melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan siswa maupun tenaga pengajar," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB