Risma tak pernah minta jabatan
Rabu, 19 Januari 2022 1:32 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial Jakarta, Selasa (18/1/2022). ANTARA/Devi Nindy/aa.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tak pernah meminta jabatan apa pun meski digadang-gadang masuk bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
"Demi Allah, saya tidak pernah meminta jabatan karena berat pertanggungjawaban itu. Kenapa disumpah? Karena pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia," ujar Risma di Jakarta, Selasa malam (18/1).
Risma tidak pernah menyangka akan menjadi Wali Kota Surabaya sebelum menduduki jabatan sekarang sebagai Mensos. Bahkan, hal itu tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Saya pernah debat di Mesir, di Al-Azhar, ada seseorang menyampaikan bahwa (jabatan) itu harus direbut, bagi saya tidak. Kalau saya merebut itu kemudian saya tidak mampu, seperti apa? Itu saya tekankan pada saya," katanya.
Risma mengenang saat pencalonan untuk pemilihan Wali Kota Surabaya. Dia sempat emosional hingga tidak bisa makan selama 1 minggu.
Risma juga mengaku tidak berani berharap atau berdoa untuk menduduki jabatan tertentu. Dia lantas beranggapan suatu jabatan adalah amanah atau titipan, bukan diminta.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengklaim jika partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri memiliki banyak kader yang siap didukung untuk Pilkada DKI Jakarta.
Terkait dengan nama Mensos Tri Rismaharini, Hasto menilai sosok tersebut sudah teruji saat memimpin sebagai Wali Kota Surabaya.
Hasto menyatakan daya kepemimpinan Risma memang pantas dijadikan contoh untuk membangun seluruh daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.
"Demi Allah, saya tidak pernah meminta jabatan karena berat pertanggungjawaban itu. Kenapa disumpah? Karena pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia," ujar Risma di Jakarta, Selasa malam (18/1).
Risma tidak pernah menyangka akan menjadi Wali Kota Surabaya sebelum menduduki jabatan sekarang sebagai Mensos. Bahkan, hal itu tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Saya pernah debat di Mesir, di Al-Azhar, ada seseorang menyampaikan bahwa (jabatan) itu harus direbut, bagi saya tidak. Kalau saya merebut itu kemudian saya tidak mampu, seperti apa? Itu saya tekankan pada saya," katanya.
Risma mengenang saat pencalonan untuk pemilihan Wali Kota Surabaya. Dia sempat emosional hingga tidak bisa makan selama 1 minggu.
Risma juga mengaku tidak berani berharap atau berdoa untuk menduduki jabatan tertentu. Dia lantas beranggapan suatu jabatan adalah amanah atau titipan, bukan diminta.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengklaim jika partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri memiliki banyak kader yang siap didukung untuk Pilkada DKI Jakarta.
Terkait dengan nama Mensos Tri Rismaharini, Hasto menilai sosok tersebut sudah teruji saat memimpin sebagai Wali Kota Surabaya.
Hasto menyatakan daya kepemimpinan Risma memang pantas dijadikan contoh untuk membangun seluruh daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR meminta Polda Jateng segera tetapkan tersangka terkait Aulia Risma
18 November 2024 13:30 WIB, 2024
Kemenkes menemukan permintaan uang dari senior ke peserta PPDS Aulia Risma
02 September 2024 6:54 WIB, 2024
Jokowi menerima Mensos Risma setelah daftar bacagub di Pilkada Jatim 2024
30 August 2024 14:44 WIB, 2024