DPUPKP Kulon Progo membuka pendaftaran calon penghuni Rusunawa Girieni
Jumat, 21 Juli 2023 18:21 WIB
Rusunawa Giripeni di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Dokumen Istimewa)
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih membuka pendaftaran bagi masyarakat umum yang mau menghuni Rumah susun sederhana sewa Giripeni.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Sewa DPUPKP Kulon Progo Daryana di Kulon Progo, Jumat, mengatakan Rusunawa Giripeni memiliki 98 kamar.
Saat ini, jumlah pendaftar yang masuk sudah sekitar 43 orang yang mayoritas pendaftar merupakan warta Kulon Progo.
"Saat ini masih sebatas menerima pendaftaran calon penghuni rusunawa. Hal ini dikarenakan sampai saat ini, kami masih menunggu serah terima pengelolaan barang milik negara (BMN) ke barang milik daerah (BMD)," kata Daryana.
Ia mengatakan bangunan rusunawa statusnya merupakan barang milik negara dalam hal ini Kementerian PUPR. Namun, animo masyarakat yang mendaftar cukup tinggi.
Disampaikan, untuk menghuni Rusunawa Giripeni terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sudah atau pernah berkeluarga dan diutamakan bekerja di wilayah Kulon Progo.
Rusunawa Giripeni memiliki fasilitas tiap kamar meliputi tempat tidur, meja, kamar mandi dalam dan dapur.
Biaya sewa tiap lantai juga berbeda-beda. Tarif sewa lantai 2 sekitar Rp205.000 per kamar, lantai 3 Rp185.000 per kamar, lantai 4 Rp165.000 per kamar, lantai 5 Rp135.000 per kamar.
"Sedangkan di lantai 1 terdapat kamar khusus bagi pengelola dan penyandang disabilitas. Kamar bagi difabel dipatok seharga Rp78.000 per kamar," katanya.
Ditanya terkait kapan Rusunawa Giripeni siap dihuni, Daryana belum bisa memastikan hal tersebut.
Pihaknya tetap masih menunggu konfirmasi dari Balai Penyedia Perumahan Wilayah III Yogyakarta. DPUPKP Kulon Progo akan mengelola Rusunawa Giripeni jika sudah berstatus BMD.
"Kami tunggu konfirmasi dari perwakilan Kementerian PUPR yang ada di DIY. Kemarin informasi yang kami terima tahun ini (2023) sudah mau diserahkan. Setelah diserahterimakan kami akan mengundang penghuni," katanya.
Di tempat terpisah, Lurah Giripeni Isnanto Adi berharap Rusunawa Giripeni di wilayahnya segera dioperasikan.
"Semangat dari pemerintah kalurahan (pemkal) Rusunawa Giripeni segera dibuka. Karena banyak warga yang menginginkan tinggal di sana," katanya.*
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Sewa DPUPKP Kulon Progo Daryana di Kulon Progo, Jumat, mengatakan Rusunawa Giripeni memiliki 98 kamar.
Saat ini, jumlah pendaftar yang masuk sudah sekitar 43 orang yang mayoritas pendaftar merupakan warta Kulon Progo.
"Saat ini masih sebatas menerima pendaftaran calon penghuni rusunawa. Hal ini dikarenakan sampai saat ini, kami masih menunggu serah terima pengelolaan barang milik negara (BMN) ke barang milik daerah (BMD)," kata Daryana.
Ia mengatakan bangunan rusunawa statusnya merupakan barang milik negara dalam hal ini Kementerian PUPR. Namun, animo masyarakat yang mendaftar cukup tinggi.
Disampaikan, untuk menghuni Rusunawa Giripeni terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sudah atau pernah berkeluarga dan diutamakan bekerja di wilayah Kulon Progo.
Rusunawa Giripeni memiliki fasilitas tiap kamar meliputi tempat tidur, meja, kamar mandi dalam dan dapur.
Biaya sewa tiap lantai juga berbeda-beda. Tarif sewa lantai 2 sekitar Rp205.000 per kamar, lantai 3 Rp185.000 per kamar, lantai 4 Rp165.000 per kamar, lantai 5 Rp135.000 per kamar.
"Sedangkan di lantai 1 terdapat kamar khusus bagi pengelola dan penyandang disabilitas. Kamar bagi difabel dipatok seharga Rp78.000 per kamar," katanya.
Ditanya terkait kapan Rusunawa Giripeni siap dihuni, Daryana belum bisa memastikan hal tersebut.
Pihaknya tetap masih menunggu konfirmasi dari Balai Penyedia Perumahan Wilayah III Yogyakarta. DPUPKP Kulon Progo akan mengelola Rusunawa Giripeni jika sudah berstatus BMD.
"Kami tunggu konfirmasi dari perwakilan Kementerian PUPR yang ada di DIY. Kemarin informasi yang kami terima tahun ini (2023) sudah mau diserahkan. Setelah diserahterimakan kami akan mengundang penghuni," katanya.
Di tempat terpisah, Lurah Giripeni Isnanto Adi berharap Rusunawa Giripeni di wilayahnya segera dioperasikan.
"Semangat dari pemerintah kalurahan (pemkal) Rusunawa Giripeni segera dibuka. Karena banyak warga yang menginginkan tinggal di sana," katanya.*
Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kulon Progo mencanangkan Giripeni sebagai Desa Cantik akurat data
21 August 2024 19:30 WIB, 2024
Satgas COVID-19 Kulon Progo mengidentifikasi tempat tidur pasien COVID-19
10 February 2022 23:52 WIB, 2022
Ketua DPRD Kulon Progo meminta Pemkab perbaiki Jalan Kasatrian Giripeni
17 December 2021 19:52 WIB, 2021
Satgas COVID-19 Kulon Progo pastikan tidak kurangi jumlah tempat tidur
06 November 2021 7:27 WIB, 2021
Distan Kulon Progo beri bantuan pisang dan salak untuk penghuni isoter
26 August 2021 18:00 WIB, 2021
Gugsus Tugas COVID-19 Kulon Progo identifikasi pasien isoman bergejala sedang
13 August 2021 13:27 WIB, 2021
Kulon Progo menyiapkan anggaran Isoter Rusunawa Giripeni Rp5,4 miliar
02 August 2021 16:32 WIB, 2021
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB