Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Myanmar pada Senin (31/3) menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang negara itu pada Jumat (28/3).
Selama masa berkabung, bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, demikian disampaikan media pemerintah MRTV.
Hingga kini, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah melampaui 1.700 jiwa. Sementara itu, sebanyak 3.400 orang dilaporkan terluka dan sekitar 300 lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Gempa bermagnitudo 7,7 di Myanmar: Jumlah korban tewas sudah lebih dari 1.000
Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, dikabarkan telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Keduanya membahas situasi terkini, upaya penyelamatan, serta kemungkinan bantuan lebih lanjut.
Sejumlah negara sahabat seperti Rusia, India, China, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, di samping bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana.
Sumber: Anadolu
Baca juga: "Seperti Kiamat", Warga Myanmar ceritakan dahsyatnya gempa kembar magnitudo 7,7
Baca juga: Gempa magnitudo 6.0 guncang Wanokaka, NTT
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Myanmar umumkan tujuh hari berkabung nasional pascagempa mematikan