Disbud Gunungkidul sinergikan jemparingan dengan objek wisata tarik wisatawan
Minggu, 29 September 2024 20:32 WIB
Olahraga jemparingan di Kabupaten Gunungkidul, DIY. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul)
Gunungkidul (ANTARA) - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mensinergikan olahraga tradisional jemparingan dengan objek wisata, sehingga menjadi wisata kebudayaan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke wilayah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Minggu, mengatakan pihaknya sudah menggagas olahraga jemparingan di objek wisata selama tiga tahun untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata kebudayaan,
"Di obyek-obyek wisata ini sudah mulai muncul tempat yang digunakan untuk jemparingan, dan ini menjadi semangat kita bersama untuk melestarikan olahraga tradisional jemparingan ini," kata Agus.
Ia mengatakan jemparingan merupakan olahraga tradisional khas Kerajaan Mataram. Ada banyak makna filosofi terkandung di olahraga ini, dan olahraga panahan tradisional itu masih eksis hingga sampai saat ini.
Jemparingan merupakan olahraga panahan tradisional yang sudah ada sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono I. Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti manah atau memanah.
"Kegiatan yang akan kami coba dukung talenta-talenta dari Gunungkidul di bidang olahraga tradisional ini," katanya.
Agus Mantara menyebutkan dari data yang ada berdasarkan tempat latihan paling banyak berasal dari Ngawen , disusul Semin, kemudian ada di Karangmojo, dan Wonosari.
"Kami masih mengembangkannya diberbagai wilayah di Gunungkidul," katanya.
Pelaksana tugas Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan bahwa olahraga tradisional ini dapat menjadi sebuah potensi bila dikembangkan dengan baik.
"Jemparingan ini dapat menjadi destinasi wisata kebudayaan tentunya dengan dikolaborasikan karena dapat memberikan perkembangan ekonomi," kata Heri Susanto.
Ia berharap berharap ke depan dapat terus dikembangkan lagi baik dari generasi tua maupun muda bersama-sama melestarikan.
"Olahraga tradisional ini mengkolaborasikan dan mensinergikan menjadi wisata kebudayaan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Gunungkidul," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Minggu, mengatakan pihaknya sudah menggagas olahraga jemparingan di objek wisata selama tiga tahun untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata kebudayaan,
"Di obyek-obyek wisata ini sudah mulai muncul tempat yang digunakan untuk jemparingan, dan ini menjadi semangat kita bersama untuk melestarikan olahraga tradisional jemparingan ini," kata Agus.
Ia mengatakan jemparingan merupakan olahraga tradisional khas Kerajaan Mataram. Ada banyak makna filosofi terkandung di olahraga ini, dan olahraga panahan tradisional itu masih eksis hingga sampai saat ini.
Jemparingan merupakan olahraga panahan tradisional yang sudah ada sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono I. Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti manah atau memanah.
"Kegiatan yang akan kami coba dukung talenta-talenta dari Gunungkidul di bidang olahraga tradisional ini," katanya.
Agus Mantara menyebutkan dari data yang ada berdasarkan tempat latihan paling banyak berasal dari Ngawen , disusul Semin, kemudian ada di Karangmojo, dan Wonosari.
"Kami masih mengembangkannya diberbagai wilayah di Gunungkidul," katanya.
Pelaksana tugas Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan bahwa olahraga tradisional ini dapat menjadi sebuah potensi bila dikembangkan dengan baik.
"Jemparingan ini dapat menjadi destinasi wisata kebudayaan tentunya dengan dikolaborasikan karena dapat memberikan perkembangan ekonomi," kata Heri Susanto.
Ia berharap berharap ke depan dapat terus dikembangkan lagi baik dari generasi tua maupun muda bersama-sama melestarikan.
"Olahraga tradisional ini mengkolaborasikan dan mensinergikan menjadi wisata kebudayaan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Gunungkidul," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB